Petugas BBPOM Palangka Raya melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel penjual takjil di Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palanga Raya melakukan pemeriksaan ke lokasi pembuatan kue ipau yang diduga menjadi penyebab keracunan puluban warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Ketua Tim Kerja BPPOM Palangka Raya, Wiwik Wiranti mengatakan, ditempat yang diduga menjadi pembutan kue ipau, Tim BBPOM Palangka Raya mengambil sampel yang belum diambil oleh Dinas Kesehatan Kotim. Karena berdasarkan gejala yang dirasakan korban diduga ada mikrobiologi pada makanan tersebut.
“Faktor yang mencakup yaitu bakteri patogen, virus dan parasit, kemungkinan bakteri patogen merupakan penyebab utama pada kasus-kasus keracunan makanan yang menimpah warga Sampit,” ucap Wiwik Wiranti, Minggu (2/4/2023).
Wiwik melanjutkan, selain mengambil dan memeriksa sampel makanan, petugas juga minta penjelasan dari pelaku usaha mengenai proses pembuatan kue ipau yang diduga menyebabkan sejumlah warga mengalami keracunan.
“Selain itu juga mengedukasikan kembali sesuai aturan BPOM RI Nomor 16 Tahun 2016. Seluruh pedagang, distributor pangan harusnya menyadari pentingnya faktor keamanan makanan karena berhubungan langsung dengan tubuh,” jelas Wiwik.
Dijelaskannya, untuk makanan basah jual hari itu harus habis hari itu, tidak bisa disimpan kemudian besok dijual kembali, karena resikonya seperti ini karena tidak higenis lagi.
“Kami juga meminta kepada pedagang jangan pernah menggunakan bahan pengemas bekas, selalu mencek kemasan, cek label, izin edar dan cek kadaluwarsa,” tutupnya. (f1/sb)