Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Gencarkan Pasar Penyeimbang

Redaksi 17-04-2023, 02:31 WIB 1 menit baca
Para peserta saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi se-Kalteng yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng. (FOTO:ISTIMEWA)
Para peserta saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi se-Kalteng yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Menjelang Lebaran 2023 ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melaksanakan kegiatan pasar penyeimbang di semua wilayah kabupaten/kota se-Kalteng, dengan harapan inflasi tetap terjaga dan posisi kenaikan harga pun di beberapa bahan pokok tidak mengalami lonjakan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, H Edy Pratowo saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual dari Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Senin (17/04/2023).

Dia menyebut komoditas yang paling penting untuk dilakukan pengecekan adalah beras, ayam ras, daging, minyak goreng, dan sembilan bahan pokok lainnya.

“Apalagi menjelang lebaran, kita tidak tahu apakah ada fluktuasi harga kenaikan, untuk itu Pemerintah bersama Satgas Pangan dan TPID tetap gencarkan pasar penyeimbang untuk stabilitas harga,” pungkasnya.

Dalam arahanya Mendagri Tito Karnavia menyampaikan inflasi Indonesia saat ini berada di urutan 46 dari 186 negara dengan inflasi terendah yakni 4,97 persen (y-o-y).

“Sedangkan di tingkat negara G20, kita berada di urutan 8 dari 24 negara, dan di tingkat ASEAN, Indonesia berada di urutan 6 dari 11 negara,” ucapnya.

Sementara Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan inflasi Nasional di triwulan I tahun 2023 relatif terkendali.

“Komoditas beras, telur ayam ras, minyak goreng, dan daging ayam ras terpantau masih berpotensi memberikan andil inflasi di bulan April 2023. Sedangkan cabai merah, cabai rawit dan bawang merah terus mengalami penurunan harga sampai minggu kedua April 2023,” tandasnya. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard