Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Banyaknya Hotspot di Kalteng Jadi Peringatan Bagi Semua Pihak

Redaksi 15-05-2023, 12:37 WIB 1 menit baca
Plt Kalaksa BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib saat membacakan Laporannya terkait karhutla. (FOTO:ISTIMEWA)
Plt Kalaksa BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib saat membacakan Laporannya terkait karhutla. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Menghadapi musim kemarau tahun 2023 ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi Penetapan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2023.

Rapat koordinasi digelar di di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (12/05/2023) dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo.

Dalam laporannya Plt. Kalaksa BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, data karhutla pada 9 Mei 2023, titik panas berdasarkan data dari hotspot BRIN sebanyak 616 hotspot.

“Hotspot tersebar pada 13 kabupaten/kota kecuali Barito Selatan, sedangkan kejadian karhutla yang dilaporkan kabupaten/kota sebanyak 87 kejadian, yang tersebar pada 10 kabupaten/kota kecuali Barito Timur, Gunung Mas, Kapuas dan Seruyan,” katanya.

Dia mengungkapkan, bahwa banyaknya Hotspot menjadi peringatan bagi kita semua, pada bulan April 2023, hotspot dan kejadian karhutla mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

“Hotspot sudah mencapai 220 hotspot dan kejadian karhutla dilaporkan sebanyak 16 kali, dan untuk bulan Mei 2023 hotspot sebanyak 58 hotspot dan kejadian dilaporkan sebanyak lima kali," sebutnya.

Lebih lanjut Ahmad Toyib mengatakan, saat ini, Kabupaten/Kota yang sudah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan sebanyak empat kabupaten/kota yaitu Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, SK Siaga dalam proses perpanjangan, Kabupaten Barito Selatan dan Kota Palangka Raya, sedangkan kabupaten lainnya masih belum menetapkan. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard