Dorong Pemerintah Lakukan Pendataan Terhadap Lahan Terlantar
SB, SAMPIT - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dra Rinie meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk mendata lahan konsesi yang terbengkalai.
Karena menurut Rinie, itu penting dilakukan untuk sebagai salah satu upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
“Kami mendorong agar dilakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran, terutama di wilayah yang masih banyak lahan terlantar dan semak belukar. Kemudian, menyiagakan alat dan pertugas pemadaman,” sebut Rinie, Sabtu (20/5/2023).
Rinie mengatakan, ada beberapa titik di kecamatan yang setiap tahunnya jadi langganan kebakaran, di antaranya wilayah selatan, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Telawang, Mentaya Hulu, Kota Besi, Cempaga dan Cempaga Hulu.
Menurut Srikandi Fraksi PDI Perjuangan tersebut, lahan yang perlu dikhawatirkan membara adalah lahan yang di sekitarnya tidak ada areal perkebunan. Pasalnya, keberadaan perusahaan perkebunan dinilai efektif mencegah kebakaran.
“Dari pengamatan saya titik yang terbakar biasanya jauh dari PBS. Apalagi sejak PBS diinstruksikan Presiden RI untuk wajib mencegah dan menanggulangi karhutla, maka kelihatan partisipasinya,” paparnya.
Meski begitu dirinya meminta Pemkab Kotim memerintahkan jajarannya menginventarisasi lahan yang tidak dikelola. Khususnya areal konsesi yang sudah diberikan izin oleh pemerintah.
“Pemilik lahan juga diminta untuk merawat jangan sampai dibiarkan, karena lahan kosong sangat rawan terjadi kebakaran,” tutupnya. (f1/sb)