Peran PBS Diminta Membantu Pemerintah Tekan Stunting
SB, PALANGKA RAYA – Kasus stunting atau gagal pertumbuhan pada anak lantaran kekurangan asupan gizi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Di Kabupaten Kotim sendiri ada tiga Kecamatan kasus stuntingnya dinilai tinggi, diantaranya adalah Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Pulau Hanaut dan Kecamatan Baamang.
“Meski kasus ini mengalami penurunan setiap tahunnya, tetapi pemeritah harus gencar melakukan penekanan secara terintegritas dengan melibatkan stakeholder terkait. Tujuannya adalag agar tidak ada lagi anak-anak yang kekurangan gizi atau stunting,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotim, Hj Mariani, Senin (29/5/2023).
Hj Mariani menambahkan, dirinya menilai selama ini upaya pemerintah dalam menekan kasus stunting sangat bagus, namun jangan sampai kendor dalam membebaskan Kotim dari stunting.
“Saya sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam menekan stunting. Namun dalam penanganan ini adalah tanggung jawab bersama, jadi pihak swasta seperti perusahaan harus ikut adil,” sebutnya.
Dirinya juga mendorong, perusahaan besar swasta (PBS) yang berinvestasi di Kabupaten Kotim ini turut membantu pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dengan cara memberikan bantuan makanan bergizi baik kepada anak-anak yang mengalami stunting ataupun kepada ibu sedang hamil.
“Peran PBS sangat diperlukan dalam membantu pemerintah menekan angka stunting, ini bisa dimasukan dalam program CSR mereka sehingga peran PBS dalam membantu kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” tutur srikandi Fraksi Golkar tersebut. (sb)