Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Pembokaran Bundaran Tidar Untuk Mengurangi Kemacetan dan Kecelakaan

Redaksi 29-05-2023, 03:47 WIB 1 menit baca
Ketua DPRD Kabupaten Kotim, Dra Rinie sewaktu diwawancara wartawan. (FOTO:ABU)
Ketua DPRD Kabupaten Kotim, Dra Rinie sewaktu diwawancara wartawan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung pemerintah daerah melakukan pembongkaran bundaran Tidar, berlokasi Jalan Tjilik Riwut Sampit.

Ketua DPRD Kotim Dra Rinie mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Karena jalan raya kawasan tersebut terlalu sempit, kemudian bundaran terlalu lebar maka sering terjadi kemacetan panjang.

“Keberadaan Bundaran Tidar awalnya tidak dikeluhkan masyarakat, kemudian baru-baru ini saja masyarakat mulai mengeluh pasca seringnya terajadi kecelakaan lalu lintas dan menimbulkan kemacetan. Bundaran Tidar tidak dihilangkan akan tetapi diperkecil agar tidak memakan ruas jalan terlalu banyak,” sebut Rinie, Senin (29/5/2023).

Rinie menuturkan, kalau memang dari segi keselamatan dan estetika kurang layak harus dibongkar. Mestinya pemerintah mulai menata semua bundaran atau tugu-tugu yang berada di tengah jalan, demi kelancaran lalu lintas.

Ia pun menilai jalur Jalan Tjilik Riwut yang masuk jalan provinsi dengan tingkat kepadatan semakin ramai saat ini. Kemudian ada persimpangan jalan yang tidak ada lampu traffic light (lampu merah) dikasih tugu bundaran atau monumen itu sangat menghambat laju kendaraan.  

“Yang kita tahu itu menggunakan anggaran APBD bukan dana perawatan, kalau dana perawatan tidak mungkin dibongkar sampai habis. Karena ini sesuai dengan masyarakat dan rekomendasi ke instansi terkait,” tukasnya. (f1/sb) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard