Pemanfaatan Pekarangan dan Lahan Tidur Untuk Berkebun Cegah Karhutla
SB, SAMPIT – Pemanfaatan pekarangan sebagai bercocok tanam bukan hanya mendukung pemeritah dalam ketahanan panan, kebutuhan pangan dan gizi keluarga tetapi juga dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengancam.
Sehingga masyarakat umum secara luas diajak untuk mengelola pekarangan dan lahan tidur sebagai wadah berkebun atau bercocok tanam, seperti sayur mayur cabe, terong, kacang panjang, tomat dan lainnya.
Dan upaya ini juga mengurangi biaya ongkos dapur rumah tangga, apabila ha tersebut benar-benar ditekuni masyarakat.
“Sayang kalau pekarangan tidak manfaatkan hal positif seperti bercocok tanam, karena selain mengurangi ongkos dapur juga membantu pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ucap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Agus Seruyantara, Sabtu (3/6/2023).
Legislator yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi II Bidang Perekonomian tersebut mengatakan, belakarangan ini sudah jarang terjadi hujan dan berdasarkan perkiran BMKG sekarang terjadi suhu panas yang berpengaruhi terhadap pengeringan dan sangat berdampak besar rawan terjadinya karhutla.
Jadi katanya, masyarakat selain diminta memanfaatkan pekarangan rumah untuk berkebun juga mengelola lahan tidur yang lama tidak terawat, karena kalau dibiarkan begitu ditumbuhi semak belukar sangat rawan terjadi kebakaran.
“Kalau dikelola maka tidak ada karhutla, serta menambah penghasilan bagi pemilik sendiri. Paling tidak kalau dia bertanam sayur mayur tidak beli dan mengerit pengeluaran,” tuturnya. (sb)