DPRD Kotim Minta Pemerintah Segera Tangani Pengamen Cilik
SB, SAMPIT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah soroti minimnya langkah pemerbintah terhadap penanganan pengamen jalanan yang ada di Kota Sampit terutama pengamen cilik.
Secara garis besar menurutnya, legislatif pun mempermasalahkan keberadaan pengamen cilik di pusat perekonomian Kota Sampit karena para pengamen dan pengemis banyak didominasi oleh anak usia sekolah. Pihaknya meminta ini mendapat perhatian yang serius dari pemerintah setempat.
“Fungsi pembinaan ada di Pemkab Selama ini, banyak pengamen cilik harusnya sekolah malah dibiarkan bebas dan liar. Harusnya tergorganisir dibina lebih ketat lagi dengan cara mengedukasi ke hal yang lebih dibutuhkan anak, karena Itu kan jelas menjadi tugas negara, atau di sini pemerintah daerah,” ungkap Riskon, Selasa (13/6/2023).
Riskon menilai, upaya Pemerintah Kotim melakukan razia tidak menjadi efek jera bagi oknum orang tua yang memobilisasi pengamen cilik dengan alasan klasik, yakni permasalahan ekonomi.
Dirinya menilai langkah yang diambil pemkab ini hanya bertahan beberapa minggu saja setelah itu menjamur lagi.
“Harusnya pemerintaj melakukan pendekatan secara persuasif dengan mengandeng orang tua anak bila perlu datangi tempat tinggalnya supaya sama sama peduli terhadap masa depan mereka,” terangnya.
Pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak memberikan uang kepada gepeng dan anak jalanan, dan menghimbau bagi masyarakat agar menyalurkan dana infaq ke lembaga- lembaga sosial yang jelas badan hukum dan kegiatannya. (f1/sb)