seputarborneo.news@gmail.com

082152561188

Pemkab Murung Raya Serius Tangani Stunting

by Redaksi - Tanggal 29-06-2022,   jam 04:21:40
Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya, Lynda Kristiane (kanan), saat acara Audit Kasus Stunting, Rabu (29/6/2022).

 

PURUK CAHU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya sangat serius dalam penanganan stunting, atau kasus pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi kronis, hal itu dibuktikan dengan dilaksanakan Audit Kasus Stunting Tahun 2022, di Aula Setda Gedung B di Puruk Cahu, Rabu (29/6/2022).

Kegiatan dihadiri Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph melalui Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya, Lynda Kristiane, serta sejumlah Camat dan Puskesmas.

Wakil Bupati Murung Raya, Rejikinoor menyampaikan, Presiden RI Joko Widodo telah mengamanatkan kepada semua melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, untuk bersama-sama secara konvergen melakukan percepatan dan penanganan stunting. 

“Semua pihak terkait, jadi harus bergerak searah dengan tujuan yang sama menuntaskan permasalahan yang menimbulkan resiko stunting, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitive,” ucap Rejikinoor.

Wabup menambahkan, berdasarkan studi status gizi indonesia (SSGI) Tahun 2021, Kabupaten Murung Raya prevalensi balita stunting berada pada urutan ke-4 tertinggi di Kalteng, yaitu sebesar 31,8 persen.

"Ini menunjukkan masih banyak yang harus kita lakukan. Sehingga memerlukan perhatian kita semua, untuk lebih fokus, dan serius dalam rangka mencapai target nasional yang ditentukan sebesar 14 persen pada tahun 2024," kata Wabup.

Rejikinoor, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam pencegahan, dan penanganan stunting, baik dari instansi pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha. 

"Pekerjaan ini memang bukan pekerjaan yang mudah, namun punya tujuan yang mulia, yaitu menyiapkan generasi penerus kita yang sehat, cerdas dan berkualitas," pungkasnya.

Kepala P3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya, Lynda Kristiane mengatakan, kegiatan itu merupakan prioritas sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional nomor 12 Tahun 2021, tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024. 

"Audit Kasus Stunting sendiri, adalah identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya," terang Istri Bupati Perdie M Yoseph ini.

Lynda yang juga Ketua Tim Audit Kasus Stunting Kabupaten Murung Raya, menjelaskan identifikasi resiko pada audit kasus stunting ini, adalah menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab. "Penyebab tidak langsung terjadinya stunting pada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta dan balita," pungkasnya.

Kegiatan ini dalam rangka mendukung kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting dan setiap kegiatan dapat terlaksana serta target prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai, maka dilaksanakan kegiatan Audit Kasus Stunting di Kabupaten Murung Raya tahun 2022. (adm)