Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Segera Lakukan Mitigasi Lokasi Banjir di Wilayah Utara

Redaksi 24-09-2023, 09:29 WIB 1 menit baca
Anggota Komisi lll DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggota Komisi lll DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Banjir yang trus melanda di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turut mendapat perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kotim.

Anggota Komisi lII DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan mitigasi bencana guna meminimalkan dampak banjir tersebut.

"Kami berharap dengan bencana banjir yang terjadi di daerah utara, yang memang salah satu titik rawan banjir ini, sesegera mungkin Pemkab melaluiBPBD melakukan proses mitigasi untuk meminimalkan dampak dari banjir itu," kata Riskon, Sabtu (23/09/2023).

Dirinya juga menerangkan, bahwa di daerah Kotawaringin Timur memang ada dua macam bencana yang terjadi setiap tahunnya, yakni Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan banjir tersebut.

Karena kedua bencana tersebut disebabkan faktor alam, maka pihaknya menyadari hal tersebut tidak serta merta bisa ditanggulangi atau dicegah sepenuhnya. Namun, tetap perlu komitmen dari Pemkab melalui BPBD Kotim dalam rangka menghadapi bencana. Yakni, dengan melakukan mitigasi bencana guna meminimalkan dampak dari bencana tersebut.

Program mitigasi yang dilakukan BPBD Kotim tahun lalu, dengan membangun patok-patok untuk mengukur debit air di daerah-daerah rawan baniir dinilai sudah tepat. Namun, tentunya upaya mitigasi tak cukup sampai disitu saja.

Seperti yang diketahui sekarang, bahwa saat ini Pemkab Kotim tengah fokus dalam penanggulangan bencana karhutla di wilayah tengah dan selatan Kotim. Tetapi, bencana banjir di wilayah utara pun harus tetap diperhatikan.

"Kalau menangani sepenuhnya tidak mungkin, karena ini kuasa alam. Tapi upaya dari Pemkab bisa dengan meminimalkan dampak bencana itu. Harapan kami Pemkab Kotim juga melibatkan dunia usaha yang ada di sekitar daerah bencana," ujarnya.

Disisi lain, Riskon mengapresiasi Pemkab Kotim melalui BPBD yang telah menyusun kajian risiko bencana dalam rangka penanganan kebencanaan yang nantinya diteruskan dengan dibuatnya dokumen kontijensi penanggulangan kebencanaan, terutama bencana banjir. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard