seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pengiat Konservasi : Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Satwa Dilindungi

by Redaksi - Tanggal 02-07-2022,   jam 10:54:38
Seekor macan dahan yang ditemukan terkena jerat babi di Kabupaten Murung Raya, Kamis (2/6/2022) lalu. Seekor macan dahan yang ditemukan terkena jerat babi di Kabupaten Murung Raya, Kamis (2/6/2022) lalu.

PURUK CAHU - Kejadian dua kali ditemukan satwa dilindungi yang terkena jerat babi, dan akhirnya mati di Hutan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya (Mura) Propinsi Kalteng, antara lain seekor kucing dahan, dan kucing merah. 

Menanggapi hal tersebut, pegiat konservasi dari Murung Raya, Melki, menyampaikan masih kurangnya edukasi, dan sosialisasi mengenai kucing liar di Kalteng umumnya, juga Mura Khususnya. Sehingga berdampak pada ketidaktahuan masyarakat sekitar hutan, dan akhirnya menguliti satwa temuan korban jerat.

Ketika menemukan satwa yang terjerat, lanjutnya, warga hanya berpikir itu hewan liar saja, dan memanfaatkan temuan tersebut.

"Jadi mereka tidak mengetahui informasi lebih, boleh atau tidaknya menguliti satwa dilindungi," jelas Melki.

Harus diakui, kata Melki, penelitian tentang kucing-kucing liar di Kalimantan masih minim, padahal perlu segera ada pengenalan satwa liar terhadap warga sekitar hutan.

"Kita berharap jangan sampai kasusnya makin parah hingga ke pemeliharaan, perlu segera di edukasi," tandasnya.

Sebelumnya seekor macan dahan terkena jerat babi di kawasan hutan Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya. Satwa tersebut, ditemukan dalam kondisi sekarat, dan luka di bagian kaki oleh warga yang hendak pergi ke ladang pada Kamis 02 Juni 2022 lalu.

Warga yang menemukan, lalu membawa kucing liar itu ke pondok ladang milik masyarakat sekitar. Karena tak mengetahui hewan tersebut dilindungi warga pun menguliti macan dahan yang akhirnya mati itu untuk diambil kulitnya. (adm)