Status Tanggap Darurat Banjir Palangka Raya Diperpanjang
SB, PALANGKA RAYA - Tingginya debit air di Sungai Rungan dan Sungai Kahayan menyebabkan luapannya membanjir sejumlah kawasan penduduk yang ada di Kota Palangka Raya ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sedikit sekitar 18 kelurahan yang kini mulai terdampak oleh luapan air tersebut. Hal itu menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat seperti hari-hari biasanya.
Debit air yang meningkat secara drastis akibat intensitas hujan dalam sepekan terakhir itu membuat ratusan rumah warga yang bermukim di kawasan bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan terendam banjir.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi mengatakan, Kota Palangka Raya telah meningkatkan status kebencanaan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana banjir.
“Selama satu pekan kedepan, yaitu dimulai pada 10-17 Maret 2024, Palangka Raya telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir ini,” katanya kepada awak media ini, Selasa (12/3/2024).
Lanjutnya, peningkatan status ini merupakan respons terhadap kondisi banjir yang semakin mengkhawatirkan, dimana BPBD bersama dengan instansi terkait akan terus berupaya memberikan bantuan dan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terdampak.
Untuk masyarakat, pihaknya mengimbau untuk tetap waspada dengan adanya potensi kenaikan debit air dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui oleh BPBD Palangka Raya.
"Kepada masyarakat yang wilayah debit airnya cukup tinggi disarankan untuk mengungsi di Posko pengungsian yang disiapkan oleh Pemko Palangka Raya," pungkasnya. (rk/sb)