Harapkan Jaringan Telekomunikasi Jangkau Pedesaan
SB, SAMPIT - Masalah jaringan telekomunikasi masih harus menjadi perhatian, dan ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kedepannya. Pasalnya masih ada sekitar 30 lebih desa di Kabupaten Kotim yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
Padahal sarana telekomunikasi saat ini menjadi salah satu kebutuhan penting, baik masyarakat diperkotaan maupun di pedesaan, hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim, Bima Santoso.
Dirinya mendorong pemerintah daerah untuk bergerak cepat membangun jaringan telekomunikasi, dan internet hingga ke pelosok, juga meminta Kementerian Kominfo dapat memfasilitasi investor untuk membangun tower yang dilaksanakan para provider, atau perusahaan operator seluler.
"Harus diakui masih banyak desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Kami meminta pemerintah daerah dapat memperjuangkan hal tersebut," tegasnya.
"Jaringan telekomunikasi dan internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat tidak hanya di kota, namun di daerah pelosok desa," ucapnya.
Lanjut Bima, dalam era digitalisasi ini, masyarakat di daerah pelosok desa juga berharap, agar jaringan telekomunikasi dan internet dapat terkoneksi dengan baik dan lancar. Sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi, dan contohnya pemerintah desa sangat membutuhkan jaringan internet.
"Ketika saya berada di wilayah pelosok khususnya wilayah utara dan selatan, jadi menemukan desa-desa yang berkategori blank spot, artinya tidak ada sinyal telekomunikasi, kondisi ini tentunya memprihatinkan. Sehingga saya mendorong, agar investasi di bidang telekomunikasi harus diarahkan ke pelosok dan perijinannya dapat dipermudah oleh pemerintah daerah," jelas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Bima meminta kepada pemerintah daerah untuk mendukung provider, atau investor yang punya niatan untuk membangun jaringan telekomunikasi di daerah pelosok. Sebab banyak manfaat dengan terkoneksinya jaringan telekomunikasi, jadi desa-desa yang ada di pelosok akan lebih baik, inovatif dan kreatif, juga menjadi desa yang mandiri.
"Jaringan telekomunikasi dan internet akan memudahkan berbagai program digitalisasi, mulai integrasi layanan, data, koordinasi serta komunikasi pihak desa ke kecamatan. Bahkan seluruh satuan organisasi perangkat daerah di desa dan kecamatan dalam pengiriman data akan lebih mudah, cepat dan akurat," tandasnya. (ok)