Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Lamandau Tegaskan Komitmen

Redaksi 05-09-2026, 09:57 WIB 3 menit baca
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lamandau, Yusef Dwi Jayadi, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, Atie Dieni, S.Sos., M.A.P., turut turun langsung memberikan pelayanan kepada peserta yang sedang melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jumat (4/9/2026). FOTO:ISTIMEWA/SB
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lamandau, Yusef Dwi Jayadi, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, Atie Dieni, S.Sos., M.A.P., turut turun langsung memberikan pelayanan kepada peserta yang sedang melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jumat (4/9/2026). FOTO:ISTIMEWA/SB

SB, NANGA BULIK– Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lamandau Nanga Bulik untuk memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin dekat, perlindungan yang semakin luas, serta manfaat yang mampu mendorong pekerja dan keluarganya tetap berdaya.

Mengusung semangat “Melayani, Melindungi dan Memberdayakan”, peringatan Harpelnas tahun ini tidak sekadar diisi kegiatan seremonial. Jajaran BPJS Ketenagakerjaan hadir langsung menyapa dan memberikan pelayanan kepada peserta.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lamandau, Yusef Dwi Jayadi, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, Atie Dieni, S.Sos., M.A.P., turut turun langsung memberikan pelayanan kepada peserta yang sedang melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jumat (4/9/2026).

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan jaminan sosial bukan hanya tentang pembayaran manfaat ketika risiko terjadi. Lebih dari itu, perlindungan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kehidupan pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua hingga meninggal dunia.

Di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lamandau Nanga Bulik, rangkaian Harpelnas diawali dengan seremoni hangat selama sekitar 30 menit sebelum pelayanan dimulai.

Jajaran insan BPJS Ketenagakerjaan menyambut peserta secara proaktif di pintu masuk, membagikan makanan ringan, serta memberikan souvenir khusus kepada peserta yang berhasil melakukan klaim JHT melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile).

Namun, bagi BPJS Ketenagakerjaan, kehadiran untuk peserta tidak berhenti ketika manfaat telah diterima. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan ada keluarga yang membutuhkan dukungan untuk kembali bangkit setelah melewati masa sulit.

Dari Manfaat Jaminan Sosial hingga Bangkit Berusaha, Kisah tersebut salah satunya dirasakan Ani, ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berusaha kembali menata kehidupan bersama keluarganya setelah kehilangan sang suami.

Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, Ani mendapatkan pendampingan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).

Melalui pelatihan dan pendampingan yang diterimanya, Ani perlahan mulai bangkit. Kini, ia merintis usaha kue tradisional yang menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarganya.

Bagi Yusef, kisah Ani menjadi gambaran bahwa manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya sebagai perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga sebagai jalan bagi keluarga penerima manfaat untuk kembali mandiri.

"Penyampaian dan penyaluran manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan ini bukan sekadar pemenuhan hak kepesertaan, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga pekerja agar tetap berdaya dan mandiri setelah melewati masa sulit," ujar Yusef.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan. Melalui prinsip 3M, Melayani, Melindungi dan Memberdayakan, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan peserta mendapatkan pelayanan terbaik, semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan, serta pekerja dan keluarganya memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko.

"Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya," kata Yusef.

Sasar Pekerja Informal Menurut Yusef, perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pasalnya, masih banyak pekerja, khususnya sektor informal, yang setiap hari bekerja dengan berbagai risiko namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Karena itu, dalam momentum Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lamandau Nanga Bulik juga memberikan edukasi mengenai pentingnya program Jaminan Hari Tua (JHT) bagi peserta sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal.

Edukasi tersebut menyasar berbagai profesi pekerja mandiri, seperti pedagang, petani hingga pengemudi transportasi umum.

Agar lebih mudah diterima, edukasi dikemas secara interaktif melalui kuis singkat berhadiah souvenir. Cara tersebut sekaligus menjadi upaya meningkatkan literasi dan kesadaran pekerja mandiri mengenai pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Lamandau menegaskan bahwa perlindungan pekerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari upaya menjaga kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Yusef berharap setiap peserta semakin merasakan manfaat nyata dari perlindungan yang dimiliki sekaligus mendapatkan pengalaman pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera," pungkasnya. (BY/SB)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard