Lewati ke konten utama
Gunung Mas

Benang Bintik Khas Gumas, Diharapkan Tarik Minat Wisatawan

Redaksi 30-10-2022, 06:45 WIB 2 menit baca
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong dan Ketua Dekranasda Gumas Mimie Mariatie Jaya S Monong, saat tampil dalam peragaan busana Festival Batu Mahasur.  FOTO : ISTIMEWA
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong dan Ketua Dekranasda Gumas Mimie Mariatie Jaya S Monong, saat tampil dalam peragaan busana Festival Batu Mahasur. FOTO : ISTIMEWA

SB, KUALA KURUN - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat, terus mengembangkan benang bintik khas Gumas dengan berbagai inovasi.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gumas Mimie Mariatie Jaya S Monong, mengatakan Benang Bintik khas Gumas memiliki beragam motif objek wisata yang ada di Gumas.

Bahkan Tahun 2020 lalu Dekranasda Kabupaten Gumas melaksanakan lomba desain Benang Bintik khas Kabupaten Gumas.

"Desain dari para peserta itulah, selanjutnya diolah menjadi beragam busana, baik formal maupun non formal,” jelas Mimie.

Ketua TP PKK Kabupaten Gumas ini, menambahkan pada malam peluncuran Benang Bintik khas Gumas, ada 17 busana yang ditampilkan. Kemudian 17 busana terdiri dari busana anak, remaja, dewasa, dan eksekutif.

"Motif yang ditampilkan di antaranya Air Terjun Batu Mahasur, Air Terjun Bawin Kameloh, Batu Suli, Taman Hutan Raya Lapak Jaru, Betang Damang Batu, dan motif menarik lainnya," ucapnya.

Sementara Perancang official Dekranasda Gumas Steffan Adjie mengatakan harga yang dipatok untuk busana Benang Bintik beragam. Mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung jenis bahan yang digunakan.

“Bagi masyarakat yang ingin membeli dapat langsung mengunjungi 'showroom' Dekranasda Gumas di Kuala Kurun. Masyarakat juga bisa memesan di Instagram resmi Dekranasda Gunung Mas, yakni @dekranasdakabgumas,” kata Steffan.

“Kedepan secara bertahap motif yang diusung akan semakin beragam, mengingat masih banyak motif hasil lomba desain yang bisa dikembangkan menjadi motif Benang Bintik khas Gumas,” jelasnya.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, akan membantu pembudidayaan tanaman obat khas Dayak di Kecamatan Damang Batu, termasuk modal dan menyiapkan lahan. Karena Kecamatan Damang Batu, direncanakan akan dikembangkan budidaya tanaman obat-obatan.

”Saya juga meminta dinas terkait untuk membantu, jika dibutuhkan dalam budidaya tanaman obat, agar mereka bisa berkembang. Salah satunya terkait perizinan. Kalau tanaman obat ini tidak budidayakan, maka bisa punah,” tandasnya. (adm)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard