seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Musim Hujan Hingga Rusaknya Ekosistem Penyebab Banyak Ular Masuk Rumah

by Redaksi - Tanggal 24-06-2024,   jam 07:29:40
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya mengevakuasi ulat. (FOTO: ISTIMEWA) Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya mengevakuasi ulat. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Akhir-akhir ini diketahui maraknya ditemukan hewan melata yang memasuki pekarang rumah hingga mengejutkan masyarakat yang sedang beraktivitas.

Mayoritas dari hewan liar yang dilaporkan masuk ke rumah warga ini adalah seekor ular berjenis Ular Piton Kembang. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari satu meter hingga tiga meter.

Kepala Seksi Pengendali Operasi Komunikasi Penyelamatan Diskarmat Palangka Raya, Sucipto mengatakan, terkait dengan maraknya laporan evakuasi ular itu ada beberapa faktor penyebabnya.

“Mulai dikarenakan saat ini Kota Palangka Raya memasuki masa musim hujan. Ular menyukai area gelap, lembap, dan dingin di dalam rumah dan ular juga biasanya mencari hewan kecil,” katanya, Senin (24/6/2024).

Kemudian faktor lainnya, yaitu masalah ekosistemnya sudah rusak. Salah satu rantai makanannya, seperti tikus yang dimakan cuma ada nya di perumahan karena tikus juga suka bersembunyi di tumpukan barang dan memakan sisa makanan manusia. 

“Kemudia adanya perubahan rantai kehidupan dulunya di alam terbuka sudah tidak memungkinkan lagi dan salah satu yang masih melekat dan ada hanya dekat dengan lingkungan manusia,” urainya.

Salah satu tips yang bisa diterapkan, yaitu merapikan barang dan peralatan di rumah. Merapikan barang yang menumpuk perlu dilakukan agar rumah tampak lebih rapi dan hewan seperti ular tidak datang untuk bersembunyi.

“Jika ular terlanjur masuk ke area rumah, segera menghubungi Tim Animal Rescue Damkar Kota Palangka Raya untuk proses evakuasi,” tandasnya. (rk/sb)