seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Dihentikan Dua Kali, Sirine Diminta Dimatikan Petugas

by Redaksi - Tanggal 28-06-2024,   jam 06:30:42
Tangkapan layar kondisi pasien dalam ambulans yang tertahan rombongan presiden ketika hendak masuk rumah sakit. (FOTO: ISTIMEWA) Tangkapan layar kondisi pasien dalam ambulans yang tertahan rombongan presiden ketika hendak masuk rumah sakit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Polemik terhambatnya ambulans membawa seorang pasien karena terhalang rombongan Presiden RI Ir Joko Widodo masih terus bergulir.

Dimanana berdasarkan pengakuan dari anak pasien, Rina mengaku bahwa mereka justru memang diminta untuk berhenti dan juga mematikan sirine. Tentu pernyataan itu berbanding terbalik dengan pengakuan yang disampaikan oleh aparat kepolisian sebelumnya.

Dimana Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Erlan Munaji menyebutkan jika dari sopir ambulans yang mana pada saat itu tidak menyalakan rotator dan sirine.

Rina mengungkapkan, bahwa pada saat itu ia menggunakan ambulans milik relawan setempat untuk membawa orang tuanya yang tengah sakit menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murdjani Sampit.

“Sebelumnya kami sempat diberhentikan dan mematikan sirene pada saat berada di lampu lalu lintas di perempatan Jalan HM Arsyad. Tidak lama setelah itu diperbolehkan jalan lagi karena membawa pasien,” katanya, Jumat (28/6/2024).

Menurutnya, diperbolehkan jalan itu lagi pun setelah ia berteriak untuk tolong nyawa Ibunya yang sedang sakit ini dan harus segera mendapat penanganan medis di rumah sakit setempat.

Setelah diperbolehkan jalan kembali, sopir ambulans kembali menyalakan sirene dan juga rotator sebagai tanda kedaruratan membawa pasien.

“Sesampainya di depan RSUD dr Murdjani, kami diberhentikan kembali. Padahal saat ini rombongan dari Bapak Presiden masih jauh dan harusnya kami masih sempat untuk menyeberang memasuki rumah sakit,” urainya.

Lagi-lagi, sopir diminta untuk menghentikan lanju ambulans tersebut bersamaan juga mematikan siriene oleh seorang petugas aparat keamanan yang ketika itu sedang berjaga mengamankan jalur.

“Kalau diperkirakan kami diminta berhenti selama 15 menit sampai rombongan Presiden melewati kami,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika ibunya bernama Sriyati (85) tersebut dibawa menggunakan ambulan karena mengalami sakit sesak nafas, darah tinggi, dan sakit lambung. Saat diberhentikan, Sriyati pasien yang berada di dalam ambulan mengalami kritis sudah sesak nafas.

“Saat itu, Ibu saya tidak memakai oksigen, karena di dalam ambulan tidak ada tabung oksigen akibat sedang habis. Saat menunggu lewatnya rombongan itu, ibu sesak nafas dan kondisinya menurun,” cecarnya.

Disebutkannya, bahwa yang memberhentikan dan meminta sirene dimatikan bukan rombongan Paspampres, melainkan petugas polisi yang sedang menjaga jalur rombongan Presiden yang ketika itu sedang lewat.

“Kami sama sekali tidak menyalahkan Bapak Presiden atau rombongannya, tetapi diduga oknum polisi yang memberhentikan kami, entah itu polisi atau apa kami tidak tahu. Namun yang pasti pakaiannya polisi dan mengenakan topi, jelas dalam video,” tutupnya. (rk/sb)