Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi saat diwawancara. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Akhir-akhir ini tim reaksi cepat (TRC) BPBP Palangka Raya harus bekerja ekstra dalam menangani peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi wilayah kerjanya.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, kejadian itu misalnya terjadi di Jalan Karya Hapakat.
“Dimana pada tahun lalu, di lokasi juga sempat terjadi kebakaran lahan dan berhasil dipadamkan. Namun di tahun 2024 sekarang ini di wilayah itu kembali terjadi kebakaran,” katanya, Selasa (30/7/2024).
Lanjutnya, pihaknya menduga faktor penyebab terjadinya kebakaran lahan itu sendiri terlepas dari perbuatan oknum-oknum yang dengar sengaja membakar lahan dengan tujuan tertentu pastinya.
“Kejadian yang dilakukan tahun ini merupakan lokasi yang berulang dari tahun sebelumnya. Kami menduga ada faktor kesengajaan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang membakar lahan,” tegasnya.
Dijelaskannya, kebakaran lahan itu mulai masif terjadi dan dirasakan dalam dua pekan ini. Dimana memang terlihat ada peningkatan intensitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya.
“Hal itu dikarenakan memang sedang mengalami peralihan musim. Dimana berdasarkan prediksi BMKG, dari awal awal Juli, Agustus hingga pertengahan September potensi kemarau masih terus terjadi,” tutupnya. (rk/sb)