seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Sehari 11 Kejadian Karhutla di Palangka Raya

by Redaksi - Tanggal 05-08-2024,   jam 05:43:38
Tim TRC BPBD Kota Palangka Raya melakukan pendinginan lahan yang terbakar. (FOTO: ISTIMEWA) Tim TRC BPBD Kota Palangka Raya melakukan pendinginan lahan yang terbakar. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sampai dengan 4 Agustus 2024 sedikitnya telah terjadi sebanyak 47 kejadian.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) itu terjadi di wilayah Kota Palangka Raya, diantaranya di Jalan Tingang 24, Jalan Hiu Putih 21A, Jalan Mahi Mahar, Jalan Danau Ilung.

Kemudian Jalan Putih 23, Jalan Trans Kalimantan disebelah kuburan Keluahan Kalampangan, Jalan Bengaris IX, Jalan Bengaris XII, Jalan Cassoda Ujung, Jalan G Obos dan Jalan Mahir Mahar.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi mengungkapkan, bahwa dari puluhan kejadian karhutla yang saat ini telah ditangani tersebut, total lahan yang terbakar mencapai 19,69 hektar.

"Kejadian terbanyak pada wilyah Kecamatan Jekan Raya dengan 33 kejadian. Kemudian disusul Kecamatan Pahandut dengan 5 kejadian, Sebangau dengan 6 kejadian, Bukit Batu dengan 3 kejadian, dan Rakumpit nihil kejadian," katanya, Senin (5/8/2024).

Menurutnya, cuaca yang kering dan panas membuat lahan mudah terbakar, sementara masih banyak masyarakat yang tidak sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Update 4 Agustus 2024 kemarin, telah terjadi 11 peristiwa karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. Diantaranya di kawasan Kelurahan Bukit Tunggal, Kelurahan Kalampangan, Kelurahan Tanjung Pinang dan Kelurahan Kereng Bengkirai,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla.

"Masyarakat harus sadar bahwa Karhutla tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa," tegasnya. (rk/sb)