Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Alokasi Anggaran ke Sektor Pendidikan Belum Cukup Menurunkan Angka Putus Sekolah

Redaksi 15-08-2024, 09:31 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kalteng, Muhajirin
Anggota DPRD Kalteng, Muhajirin

SB, PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng, Muhajirin menyoroti angka putus sekolah di Kalteng yang mengalami peningkatan yang diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga, aksesibilitas pendidikan, dan lingkungan sosial.

Politikus senior Partai Demokrat Kalteng ini menjelaskan, salah satu contoh siswa yang memutuskan untuk berhenti sekolah adalah demi membantu perekonomian keluarga.

“Meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk sektor pendidikan, kenyataannya di lapangan menunjukkan bahwa hal ini masih belum cukup untuk menurunkan angka putus sekolah di Kalteng,” katanya kepada awak media, Kamis (15/8/2024).

Mantan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas ini menuturkan, sebagai solusi untuk mengurangi angka putus sekolah di Kalteng, beberapa langkah dapat diambil, seperti meningkatkan akses dan infrastruktur pendidikan.

Ia menjelaskan, terdapat cukup banyak daerah di Bumi Tambun Bungai yang masih memiliki akses terbatas ke sekolah, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil.

“Membangun lebih banyak sekolah di area yang sulit dijangkau dan memperbaiki infrastruktur jalan dapat membantu mengurangi jarak yang harus ditempuh siswa untuk bersekolah,” imbuhnya.

Bantuan ekonomi untuk keluarga kurang mampu, seperti program beasiswa dan bantuan keuangan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta program sosial lainnya, menurutnya sangat penting untuk mendukung keluarga berpenghasilan rendah.

"Bantuan ini bisa meringankan beban biaya pendidikan dan mendorong siswa untuk tetap bersekolah," tutupnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard