Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

NasDem Soroti Target PAD tidak Bebani Warga

Redaksi 08-09-2026, 16:30 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Palangka Raya dari Fraksi NasDem, Rana Muthia Oktari
Anggota DPRD Palangka Raya dari Fraksi NasDem, Rana Muthia Oktari

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya diminta tidak menjadikan kenaikan pajak dan retribusi sebagai jalan utama untuk mengejar target pendapatan asli daerah (PAD).

Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Palangka Raya mendorong pemerintah lebih kreatif menggali sumber pendapatan lain yang masih belum maksimal.

Juru Bicara Fraksi NasDem, Rana Muthia Oktari, mengatakan peningkatan PAD tetap diperlukan. Namun, masyarakat jangan sampai menjadi pihak yang paling terbebani.

“PAD memang harus ditingkatkan, tetapi jangan dengan cara menambah beban masyarakat melalui pajak dan retribusi,” kata Rana dalam rapat paripurna DPRD Kota Palangka Raya.

Target PAD dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 sendiri mencapai Rp375,7 miliar. Angka ini naik 4,53 persen dibandingkan target APBD murni 2026 yang sebesar Rp359,4 miliar.

Menurut Rana, kenaikan target tersebut harus diikuti strategi yang tepat. Pemerintah, katanya, masih memiliki banyak peluang untuk meningkatkan penerimaan tanpa harus menaikkan pungutan.

“Masih banyak potensi daerah yang bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Ia menyebut perbaikan sistem pemungutan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi layanan, serta penataan aset daerah sebagai sejumlah langkah yang bisa dilakukan.

Selain mengejar penerimaan, Rana meminta Pemko Palangka Raya memperhatikan kualitas pelayanan publik.

“Kalau masyarakat sudah memenuhi kewajibannya, pemerintah juga harus memastikan pelayanan yang diberikan semakin baik,” tegasnya.

NasDem berharap peningkatan PAD tidak sekadar mengejar angka dalam APBD. Optimalisasi pendapatan harus dilakukan dengan cara yang sehat, sehingga kemampuan fiskal daerah meningkat tanpa menambah tekanan bagi masyarakat. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard