Lewati ke konten utama
Pemkab Barito Timur

Kemarau dan Kekeringan, Pemkab Bartim Gelar Salat Istisqa

Redaksi 08-09-2026, 16:22 WIB 1 menit baca
Pelaksanaan Salat Istisqa yang diikuti Bupati Bartim, M. Yamin, di Halaman Kantor Bupati, Selasa (8/9/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB
Pelaksanaan Salat Istisqa yang diikuti Bupati Bartim, M. Yamin, di Halaman Kantor Bupati, Selasa (8/9/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, TAMIANG LAYANG – Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air dan memicu kabut asap serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa, Selasa (8/9/2026).

Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Barito Timur. Kegiatan menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Salat Istisqa dipimpin Imam H. Ahmad Gazali, dengan Bilal Muhammad Misrani dan Khatib H. Khairani. Bupati Barito Timur M Yamin turut hadir bersama Ketua DPRD Barito Timur Nursulistio, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai dirasakan masyarakat. Selain berkurangnya ketersediaan air, kondisi kering juga menyebabkan munculnya kabut asap dan meningkatkan potensi karhutla di sejumlah wilayah.

Sebab itu, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar pemerintah bersama masyarakat. Tidak hanya melalui doa, berbagai langkah penanganan juga terus dilakukan untuk menghadapi dampak kemarau.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur sebelumnya juga telah melakukan sejumlah upaya, termasuk mendorong pelaksanaan modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah untuk memicu turunnya hujan.

Hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah sehari sebelumnya menjadi angin segar di tengah kondisi kemarau. Namun, hujan tersebut diharapkan kembali turun dan menjangkau wilayah Barito Timur secara lebih merata.

Melalui Salat Istisqa, pemerintah dan masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Upaya pencegahan karhutla dinilai tetap penting dilakukan di tengah kondisi lahan dan vegetasi yang kering.

Doa dan ikhtiar pun berjalan beriringan. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat berharap hujan segera turun secara merata, sehingga ancaman karhutla dapat ditekan, kondisi lingkungan membaik, dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat kembali normal. (OGN)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard