seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Jaga Integritas Kedamaian Proses Pilkada 2024

by Redaksi - Tanggal 24-09-2024,   jam 08:49:08
Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi saat menjadi Nara sumber pada acara pelatihan dan lomba jurnalistik. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi saat menjadi Nara sumber pada acara pelatihan dan lomba jurnalistik. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Rifqi menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan dan lomba Jurnalistik OPD dan Anggota Muda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Senin 23 September 2024 di Aula Lantai II Sekretariat Daerah Kotim.

Rifqi menyampaikan penyelenggaraan tahapan Pilkada harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

"KPU Kotim berkomitmen menjaga transparansi dan integritas dalam setiap tahapan Pilkada, agar pelaksanaannya berjalan lancar dan damai," kata Rifqi.

la juga mengajak semua pihak, masyarakat dan termasuk peserta Pilkada untuk berkomitmen menjaga kedamaian serta integritas dalam proses pemilihan kepala daerah.

KPU sendiri terbuka terhadap pengawasan kinerja agar penyelenggaraan tetap jujur dan transparan.

Rifqi turut membahas pemetaan daerah rawan konflik di Kotim, yang berdasarkan pengalaman pada Pemilu 2024, ia menilai yang kerap menjadi wilayah rawan adalah wilayah kecamatan dimana calon berasal.

"KPU bekerja sama dengan pihak keamanan untuk mengantisipasi potensi gesekan yang lebih tinggi di daerah-daerah tersebut, karena wilayah itu calon berasal biasanya emosionalnya lebih tinggi didalamnnya," ucapnya.

Selain itu, Rifqi menyoroti pentingnya kualitas data daftar pemilih tetap yang bersih dan akurat. Menurutnya, data pemilih yang besar tidak menjamin hasil suara sah akan besar, bisa dikarenakan data yang tidak sempurna.

"Untuk meningkatkan partisipasi pemilu, harus disertai sosialisasi yang kuat, sosialisasi dilakukan KPU tidak hanya diperkotaan namun di wilayah pedesaan, juga melibatkan KPPS," tambahnya.

Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih muda, Rifqi juga menekankan pentingnya sosialisasi yang kreatif atau dengan branding yang menarik.

"Pemuda harus melek politik, dan untuk itu sosialisasi perlu ditingkatkan dengan branding yang menarik, serta menjaga pemilu tetap damai," tutupnya. (f1/sb)