Tampak kobaran api yang membakar rumah warga Kota Palangka Raya yang menjadi ketakutan bagi masyarakat belakangan ini. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Teror kebakaran pemukiman di Kota Palangka Raya menjadi kecemasan dan ketakutan, sehingga keamanan masyarakat jadi terancam. Sebab, belakangan ini kasus kebakaran meningkat signifikan dan diduga sengaja dibakar.
Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya, Gloria Aden mengungkapkan, sejak Januari hingga awal Oktober 2024 tercatat sudah ada 68 kejadian kebakaran. Jumlah ini telah melampaui total kebakaran sepanjang tahun 2023 yang hanya mencapai 61 kasus.
"Peningkatan yang paling mencolok terjadi di bulan September, dengan total 19 rumah terbakar. Bahkan, di awal Oktober ini sudah ada 4 rumah lagi yang ikut terbakar," ungkap Gloria dalam pernyataannya, Senin (7/10/2024).
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat, mengingat tren kebakaran tidak hanya meningkat secara jumlah, namun juga diduga ada unsur kesengajaan dalam beberapa kasus.
Gloria mengungkapkan bahwa dari 19 kejadian kebakaran yang terjadi pada bulan September, 11 di antaranya diindikasikan sebagai kebakaran yang disengaja.
“Dari 19 kejadian kebakaran rumah di bulan September, 11 di antaranya diduga terjadi karena faktor kesengajaan. Namun, untuk memastikan adanya unsur pidana, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Inafis Polri untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain menyebabkan kerugian materi yang besar, teror kebakaran ini juga berpotensi menimbulkan korban jiwa serta trauma psikologis bagi warga yang terdampak.
"Ini bukan sekedar masalah kerugian harta benda, tetapi juga menyangkut keamanan warga. Kami berharap masyarakat lebih waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan mereka,” tambah Gloria.
Peningkatan jumlah kebakaran di tahun ini menambah tantangan bagi Pemerintah Kota Palangka Raya, yang kini berupaya meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta meningkatkan kampanye pencegahan kebakaran di masyarakat. (sb)