seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Sempat Mengeluh Sakit Bagian Perut, IRT Dipastikan Murni Tewas Gantung Diri

by Redaksi - Tanggal 10-10-2024,   jam 12:08:44
Petugas kepolisian dan relawan pada saat melakukan evakuasi serta olah TKP, Rabu (9/10/2024) kemarin. (FOTO:ISTIMEWA) Petugas kepolisian dan relawan pada saat melakukan evakuasi serta olah TKP, Rabu (9/10/2024) kemarin. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada peristiwa gantung diri yang terjadi di wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya yang terjadi pada, Rabu (9/10/2024) siang kemarin.

Wakasatreskrim Polresta Palangka Raya AKP Faisal Firman Gani menjelaskan, bahwa dari hasil penyelidikan dilakukan pihaknya tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Diketahui bahwa korban pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri pada sekitar pukul 11.10 WIB. Saat itu kondisi korban telah meninggal dunia dengan keadaan leher tergantung menggunakan seutas tali nilon di bagian palang pintu kamar belakang rumah,” katanya, Kamis (10/10/2024).

Menurutnya, dari hasil penyelidikan sebelumnya korban ini sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut dan sehari sebelumnya sempat pergi ke klinik setempat untuk memeriksakan diri, dengan hasil kondisi kesehatannya ternyata normal.

“Dari hasil pemeriksaan visum menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban, sehingga pihak medis pun mendiagnosis bahwa penyebab korban meninggal dunia dikarenakan murni gantung diri,” ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa korban yang diketahui seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial FN (33) itu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar di kediamannya di Jalan Batu Ampar, Kelurahan Kereng Bengkirai, Kecamatan Sabangau.

Peristiwa baru diketahui setelah anak korban baru saja pulang sekolah usai dijemput tantenya. Ia terkejut ketika mengetahui kondisi korban telah tergantung pada bagian palang pintu kamar belakang. (rk/sb)