seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Penanganan Stunting, Pasangan Rudini-Paisal Optimalkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Kader Posyandu

by Redaksi - Tanggal 12-10-2024,   jam 07:12:02
Juri bicara Rudini-Paisal, M Kurniawan ketika diwawancara oleh wartawan, belum lama ini. (FOTO:TIM RUDINI-PAISAL) Juri bicara Rudini-Paisal, M Kurniawan ketika diwawancara oleh wartawan, belum lama ini. (FOTO:TIM RUDINI-PAISAL)

SB, SAMPIT - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Rudini-Paisal berkomitmen menekan angka stunting dengan mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) dalam pelayanan.

Juru bicara Rudini-Paisal, M Kurniawan menilai kesejahteraan kader posyandu sangat penting sebagai satu dorongan untuk melayani masyarakat dalam menekan angka stunting di Kotim.

"Kader posyandu itu garda terdepan untuk masyarakat. Mereka punya peran penting menanganai stunting, namun selama ini kita lihat kesejahteraan mereka kurang diperhatikan," kata M Kurniawan, Jumat (11/10/2024).

Berdasarkan data rill lapangan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (E-PPGBM) di Kotim 19,14 persen. Sementara berdasarkan SKI angka stunting 35,5 persen.

Dengan data yang cukup tinggi ini Jubir Kurniawan mengakui pada pemerintahan Rudini-Paisal nanti sudah disiapkan program penanganan stunting dengan kesenjangan berupa pengadaan insentif kader untuk optimalisasi layanan.

Kemudain pemberdayaan dalam peningkatan kapasitas kader juga memengaruhi perkembangan bayi di bawah dua tahun (baduta) dalam mencegah stunting.

Untuk itu ia menyebutkan pentingnya mendorong upaya pemberdayaan ini agar bisa ditingkatkan di skala nasional.

"Karena kita tau stunting kita masih tinggi. Kami sudah memiliki program yang linier ini dengan program pusat. Kalau hanya membina kader namun kesenjangannya tidak diperhatikan maka tidak optimal para kader bekerja. Dua-duanya harus jalan," terangnya.

Dengan hal ini Kurniawan yakin para kader dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas, termasuk mendatangi keluarga yang tidak rutin membawa anaknya ke posyandu.

"Kalau kesejahteraan kader terjamin, mereka lebih bersemangat dan fokus menjalankan tugas salah satunya penanganan stunting. Kita yakin akan memiliki data base yang kongkrit dalam penanganan stunting secara keseluruhan disetiap kecamatan di Kotim," tuturnya. (f1/sb)