Juru Bicara Rudini-Paisal , M Kurniawan saat diwawancara oleh wartawan, belum lama ini. (FOTO:TIM RUDINI-PAISAL)
SB, SAMPIT - Juru bicara Rudini-Paisal, M Kurniawan mengatakan, Paslon Bupati dan Wakil Buupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rudini-Paisal memiliki program dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat sehingga siap memperbanyak titik air bersih guna memenuhi kebutuhan di wilayah setempat.
"Tentunya di pemerintahan Rudini-Paisal bekerja untuk ini. Karena ini merupakan hal serius dan prioritas juga. Selain kebutuhan utama, air bersih juga jadi salah satu cara penanganan stunting," kata Jubir Paslon Rudini-Paisal, M Kurniawan, Minggu (13/10/2024).
Kurniawan menjelaskan, penduduk di Kabupaten Kotim merupakan salah satu populasi yang perkembangan sangat pesat. Dan ini beriringan dengan kebutuhan primer yaitu ketersediaan air bersih.
Ia menilai, masih banyak masyarakat Kotim yang belum teraliri PDAM atau air bersih. Seperti di daerah Baamang Barat, Baamang Tengah bahkan di Kecamatan MB Ketapang seperti Sawit Raya.
"Di dalam kota saja masih banyak yang belum bahkan Kelurahan Ketapang sendiri juga masih banyak belum dialiri air bersih atau PDAM. Bagaimana dengan daerah pedesaan wilayah utara atau selatan, tentu sudah menjadi hal klasik yang belum teratasi," ujarnya.
Oleh karena itu, jangka panjang nantinya pemerintahan Rudini-Pasial akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng hingga pemerintahan pusat untuk mempercepat menambah jaringan induk.
"Kami sudah ada strategi untuk penangan dalam jangka pendek. Karena program Rudini-Paisal adalah program yang terukur dan terencana. Sehingga point to point sangat kami perhatikan. Saat ini saja daftar tunggu ada sekitar 3.000 dan mungkin akan terus bertambah sesuai dengan perkembangan pesat di Kotim," ujarnya.
Lanjutnya, selain jaringan induk, satu program tidak kalah penting yang dilakukan nantinya, menerapkan swasembada air dengan cara meneruskan bantuan pengeboran sumber air di daerah kota maupun desa, merevitalisasi daerah aliran sungai, serta melakukan pipanisasi air.
“Dengan program ini menjadi salah satu prioritas karena kita tengah menghadapi krisis perubahan iklim yang membuat situasi tak menentu tiap tahunnya. Harapan kita semoga dengan program ini nantinya masyarakat Kotim bisa mendapatkan air bersih secara keseluruhan," tutupnya. (f1/sb)