Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Erlan Munaji ketika diwawancara terkait penemuan tengkorak manusia, Senin (14/10/2024). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Teka-teki penemuan tengkorak manusia kawasan Hutan Penghijauan PT ASMIN di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas pada Sabtu (12/10/2024) pagi segera terungkap.
Kepolisian dengan dibantu dokter Forensik sudah melakukan identifikasi autopsi terhadap tengkorak manusis yang diduga mahasiswa Universita Lambung Mangkurat (Unlam) bernama Aditya Dharma Santosa (20) yang hilang pada Jumat (3/5/2024) lalu.
Karena pakaian yang digunakan Aditya saat hilang mirip dengan temuan tengkorak manusia disemak-semak saat lima orang masyarakat membuka jalan.
Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, temuan tengkorak di Kapuas menggunakan baju merah dan celana biru benar-benar mirip dengan mahasiswa yang hilang pada bulan Mei 2024 lalu. Namun untuk memastikan tengkorak tersebut benar-benar mahasiswa Unlam tersebut pihak melakukan autopsi terharap tengkorak.
“Kita masih sinkronkan apakah benar-benar mahasiswa yang hilang atau bukan. Kita juga sudah meminta keterangan pihak keluarga, sekarang masih menungga tes DNA hasil autopsi,” terangnya.
Ditambahkannya, penyidik juga masih melakukan pemeriksaan mendalam dan juga mengamankan barang bukti. Sedangkan tas yang ditemukan memang belum dibuka dan belum bisa memastikan apa isinya, karena anggota saat fokus membawa tengkorak ke Rumah Sakit Bhayangkara.
“Penemuan tengkorak itu sangat jauh dan sulit dilalui, anggota pun harus jalan kami. Kita harapkan segera ada titik terang,” tuturnya. (sb)