Tampak rekaman tengkorak manusia menggunakan baju merah, belum lama ini. (FOTO:WARGA)
SB, KUALA KAPUAS – Tengkorak manusia yang ditemukan masyarakat saat membuka jalan di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas pada Senin (13/10/2024) lalu masih disimpan di ruangan khusus Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Hal tersebut guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut setelah dilakukan autopsi dan tes DNA dari keluarga Aditya Dharma Santoso (20), mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang hilang pada bulan Mei 2024 lalu.
Kapolres Kapuas, AKBP Gede Pasek Muliadnyana melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani menerangkan, dari hasil visum yang sudah dilakukan pihak dibantu oleh dokter foreksik pada tulang-tulang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Kita sudah mengambil sampel DNA pihak keluarga untuk dikirimkan ke lab, yaitu guna pencocokan apakah benar dugaan dan barang bukti yang ditemukan adalah mahasiswa yang hilang pada bulan Mei lalu,” ungkap AKP Abdul Kadir kepada media ini melalu pesan singkat whatsapp, Selasa (15/10/2024).
Kasat Reskrim menambahkan, pihak terus mengumbulkan bukti-bukti untuk mencari kepastian sambil menunggu hasil DNA keluar, yang jelas pada tulang yang ditemukan tidak ada tanda kekerasan.
“Untuk tulang-tulang sementara masih di RS Bhayangkara sampai hasil tes DNA keluar. Kita harapkan hasilnya segera keluar, agar kasus ini mendapatkan titik terang,” tuturnya. (sb)