seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

CV. Sidonata Jaya Mandiri Sebagai Parometer Penangkar Pembibitan Kelapa Sawit

by Redaksi - Tanggal 17-10-2024,   jam 05:14:45
Hendra Sipayung dari Kemitraan Perbenihan Direktorat Jendral Perkebunan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tiryan Kuderon, Wiliam Tamboso dari Penilai Penyuluh Pertanian Kabupaten Lamandau, Mesriadi Ketua Apkasindo Kabupaten Lamandau dan Arigato Sidonata Direktur Utama CV. Sidonata Jaya Mandiri, foto bersama puluhan Kelompok Tani Sawit Swadaya setelah sosialisasi terkait Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sapras dan Penguatan kelembagaan kelapa sawit, di Kabupaten Lamandau, pada Kamis (17/10/2024). FOTO: BAYU Hendra Sipayung dari Kemitraan Perbenihan Direktorat Jendral Perkebunan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tiryan Kuderon, Wiliam Tamboso dari Penilai Penyuluh Pertanian Kabupaten Lamandau, Mesriadi Ketua Apkasindo Kabupaten Lamandau dan Arigato Sidonata Direktur Utama CV. Sidonata Jaya Mandiri, foto bersama puluhan Kelompok Tani Sawit Swadaya setelah sosialisasi terkait Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sapras dan Penguatan kelembagaan kelapa sawit, di Kabupaten Lamandau, pada Kamis (17/10/2024). FOTO: BAYU

SB, NANGA BULIK - Puluhan petani kelapa sawit dari kelompok Tani swadaya dan Koperasi KUD yang ada di Kabupaten Lamandau mengikuti sosialisasi terkait Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sapras dan Penguatan kelembagaan kelapa sawit. 

Acara diselenggarakan Kemitraan Perbenihan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Penangkar Pembibitan CV. Sidonata Jaya Mandiri di Jalan Trans Kalimantan Km. 4 Nanga Bulik Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, pada Kamis (17/10/2024). 

Acara sosialisasi dihadiri Hendra Sipayung dari Kemitraan Perbenihan Direktorat Jendral Perkebunan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tiryan Kuderon, Wiliam Tamboso dari Penilai Penyuluh Pertanian Kabupaten Lamandau, Mesriadi Ketua Apkasindo Kabupaten Lamandau dan Arigato Sidonata Direktur Utama CV. Sidonata Jaya Mandiri. 

Jon Juli Candra Selaku Owner CV. Sidonata Jaya Mandiri mengatakan kegiatan sosialisasi terkait prasarana peremajaan sawit rakyat Tahun 2024 diikuti puluhan Petani Sawit Swadaya dari Kabupaten Lamandau dan Kelompok tani dari Kabupaten Sukamara. 

"Program sawit rakyat dan sarpras, perlu dilakukan standar yang baik, yaitu dari dokumen legalitas bibit sawit dan penguasaan lahan yang telah memenuhi syarat, agar kedepannya bisa terlaksana dengan baik sesuai harapan para petani penangkar pembibitan," jelasnya.

Jon Juli Candra menambahkan pertemuan para petani sawit swadaya ini bertujuan untuk memberikan informasi, dan pemahaman kepada para pekebun tentang program PSR yang bersumber pendanaan dari BPDPKS.

"Program PSR merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit rakyat. PSR ini nantinya akan membantu pekebun rakyat memperbaharui perkebunan kelapa sawit mereka dengan menggunakan benih kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas," lanjutnya.

Ditempat yang sama Hendra Sipayung dari Kemitraan Perbenihan Direktorat Jendral Perkebunan Republik Indonesia saat di jumpai wartawan seputarborneo.com mengatakan di Kabupaten Lamandau Ada 3 penangkar bibit resmi, dengan adanya para pengusaha di penangkaran benih unggul mempunyai kualitas baik, sehingga para petani swadaya untuk mencari bibit sawit siap tanam berkualitas sudah ada di Kabupaten Lamandau.

"Karena sebelum disalurkan ke masyarakat bibit tersebut, terlebih dahulu dilakukan sertifikasi dari UPT Balai perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih (BP3B) Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng Untuk mendukung kualitas bibit kelapa sawit nasional yang lebih baik," tegasnya.

Dirinya berharap kepada kelompok petani wwadaya di Kabupaten Lamandau, dan sekitarnya gunakanlah bibit bersertifikat yang jelas, seperti yang ada di penangkar pembibitan CV. Sidonata Jaya Mandiri ini, ke depan akan diharapkan menjadi percontohan benih center kelapa sawit menjadi pusat edukasi pertama untuk wilayah Kalteng.

"Mulai sekarang petani harus melek terhadap benih yang unggul, karena benih unggul paling tidak lebih dari 50% menentukan keberhasilan penanaman kelapa sawit," pungkasnya. (by/sb)