Kepolisian ketika melakukan mediasi antara korban dan terduga pelaku pengancaman, pada Sabtu (19/10/2024). (FOTO:WARGA)
SB, SAMPIT – Arif, seorang pemuda asal Pasar Kramat, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga menjadi korban pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam) oleh dua orang, salah satunya adalah tetangganya sendiri.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam 18 Oktober 2024, sekitar pukul 20.20 WIB, di depan rumah korban. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, saat itu Arif sedang berdiri di depan rumahnya ketika tiba-tiba didatangi oleh dua orang pria yang membawa sajam.
Dalam kejadian tersebut, kedua pria tersebut diduga melakukan pengenacaman terhadap Arif dengan tuduhan bahwa korban menantang mereka. Namun, Arif menegaskan bahwa ia sama sekali tidak tahu apa yang menyebabkan mereka marah, padahal dia hanya berdiri di depan rumahnya.
"Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba saja mereka datang membawa sajam dan menuduh saya menantang mereka. Padahal saya hanya melihat ada keributan di depan rumah," kata Arif, Sabtu (19/10/2024).
Dalam video yang sempat direkam oleh Arif dengan durasi 1.11 detik, terlihat jelas bagaimana salah seorang pelaku, yang merupakan teman dari tetangganya, memamerkan keberanian dengan mengiris tangannya sendiri menggunakan senjata tajam sebagai bentuk ancaman kepada Arif. Meski dalam situasi terancam, Arif tetap tidak melawan dan memilih untuk mendokumentasikan kejadian tersebut sebagai bukti.
Sementara itu, ibu Arif, Aloha menyatakan, bahwa menurutnya, Arif tidak melakukan perlawanan saat diancam oleh kedua pria tersebut. Ia hanya diam, sementara pelaku terus menuduh bahwa Arif telah menantang mereka.
"Anak saya tidak melawan, dia hanya diam dan sempat merekam kejadian itu. Tapi dua orang tersebut terus menuduh anak saya," ungkap Aloha.
Ketegangan memuncak ketika kedua pria tersebut mencoba masuk ke dalam rumah Arif dan berniat menyerangnya dengan sajam. Dalam proses tersebut, kaca lemari di rumah Aloha pecah akibat ulah para pelaku. Beruntung, tetangga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melerai dan mencegah tindakan lebih lanjut yang dapat berujung pada kekerasan fisik.
"Orangnya sampai masuk ke rumah kami dan hendak melukai anak saya dengan sajam, bahkan sampai kaca lemari saya pecah karena tindakan mereka," jelas Aloha.
Tak lama setelah kejadian tersebut, suasana yang semula mencekam mulai mereda dengan kedatangan pihak kepolisian dari Polsek Baamang. Aparat langsung mengamankan situasi, dan membawa Arif beserta keluarganya ke kantor polisi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, tetangga yang terlibat juga turut dibawa untuk dimintai penjelasan. Namun, salah satu pelaku melarikan diri dan tidak ditemukan di lokasi kejadian. (f1/sb)