seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Rudini-Paisal Berkomitmen Optimalkan Pemerataan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Ini Langkah Jitunya

by Redaksi - Tanggal 20-10-2024,   jam 08:36:39
Juru Bicara Rudini-Paisal, Dadang Siswanto menyampaikan program Paslon nomor urut 03 pada peningkatan kualitas pendidikan. (FOTO:TIM RUDINI-PAISAL) Juru Bicara Rudini-Paisal, Dadang Siswanto menyampaikan program Paslon nomor urut 03 pada peningkatan kualitas pendidikan. (FOTO:TIM RUDINI-PAISAL)

SB, SAMPIT - Pasangan calon (Paslon) nomor urut 03, Rudini-Paisal berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana serta pendukung pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Juru bicara Rudini-Paisal, Dadang Siswanto mengatakan, pengelolaan dan penanganan sarana dan prasarana pendidikan di Kotim melibatkan berbagai pihak. Karena anggaran di sektor pendidikan sudah terpenuhi 20 persen dari APBD. Yang mana tidak bisa mengcover keseluruhannya.

"Dalam persoalan disini adalah terkait dengan kebijakan. Anggaran sektor pendidikan 20 persen APBD tidak mengcover keseluruhan. Kita punya strategi sendiri dengan bekerjasama pemerintah pusat, pemerintah daerah dan peran serta masyarakat. Juga melibatkan peran serta dunia usaha melalui CSR," kata Dadang Siswanto, Minggu (20/10/2024).

Dirinya menjelaskan, masa pemerintahan Rudini-Pasial nanti akan memakai skala prioritas. Hal-hal yang terkait keamanan dan keselamatan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang ada di satuan pendidikan adalah yang menjadi prioritas mereka.

Misalkan, kerusakan struktur bangunan (atap, dinding ataupun pondasi) adalah hal-hal yang menyangkut keamanan dan keselamatan kegiatan belajar mengajar. Inilah yang menjadi skala prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu.

"Terkait pendidikan kami menjadi skala prioritas yang kami tangani, kemudian yang juga menjadi perhatian kami selanjutnya adalah yang terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, baik yang berupa ruangan maupun peralatan/perabotnya. Agar bisa memenuhi SPM Dikdas (Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar)," terang Dadang.

Lanjutnya, alokasi anggaran pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya dipergunakan untuk menangani hal-hal yang terkait bangunannya saja tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pendukung lainnya.

"Besaran alokasi anggaran untuk pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Kotim harus diakui masih sangat terbatas. Olehnya itu dengan cara Rudini-Pasial bekerjasama dengan semua pihak baik pusat, daerah dan pihak swasta serta pemerataan sarana prasarana menjadi solusi utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kotim," tutupnya. (f1/sb)