Tampak bangunan rumah kayu terbakar. (FOTO:WARGA)
SB, SAMPIT - Empat rumah di Desa Tanah Haluan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ludes jadi arang pada Jumat (1/11/2024).
Plt Camat Bukit Santuai, Agus Saptono, saat dihubungi melalui telepon, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
"Kronologi kebakaran belum kami dapatkan. Kami masih dalam perjalanan menuju desa tersebut. Desa ini jaraknya cukup jauh dari kecamatan, perlu waktu 1 jam untuk sampai ke sana," ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa Desa Tanah Haluan merupakan salah satu wilayah "blank spot", hanya ada titik-titik tertentu yang terdapat sinyal, sehingga informasi sulit didapatkan dengan cepat.
"Di sana salah satu wilayah blank spot jadi tidak bisa cepat menerima informasi. Tapi kami sudah mengutus pegawai kecamatan datang ke sana," jelasnya.
Pihak kecamatan juga belum melakukan pendataan atau laporan tertulis mengenai korban jiwa akibat kebakaran yang menghanguskan empat rumah tersebut.
"Kami juga membuat laporan tertulis korban kebakaran. Ini segera kami lakukan dan kami laporkan ke dinas terkait seperti Dinsos agar warga kami segera mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten," ungkapnya.
Agus menduga kebakaran yang sempat menggegerkan warga desa setempat tersebut cepat merambat selain cuaca kering dan panas, konstruksi bangunan terbuat dari kayu. Karena rata-rata rumah di desa tersebut memang berkonstruksi kayu.
"Saat ini pihak kepolisian juga sedang dalam perjalanan menuju desa tersebut untuk memastikan penyebab kebakaran. Untuk laporan terkait jumlah korban baru dapat kami sampaikan besok. Semoga korban segera mendapat bantuan untuk meringankan beban mereka," tutupnya. (f1/sb)