seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pasangan HARATI Siap Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur dan Jalan Pemukiman

by Redaksi - Tanggal 07-11-2024,   jam 02:13:06
Calon Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat silaturahmi dengan masyarakat dan mendengarkan kelurahan masyarakat. (FOTO:TIM HARATI) Calon Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat silaturahmi dengan masyarakat dan mendengarkan kelurahan masyarakat. (FOTO:TIM HARATI)

SB, SAMPIT - Dukungan terus disampaikan masyarakat kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor-Irawati (HARATI) untuk melanjutkan pembangunan, salah satunya dalam hal peningkatan jalan permukiman.

"Meskipun kondisi keuangan daerah terkonsentrasi untuk penanganan pandemi COVID-19, faktanya pak Halikinnor tetap bisa menjalankan pembangunan fisik. Makanya kami dukung beliau," kata Nanang, warga Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (7/11/2024).

Dukungan terhadap keberlanjutan peningkatan jalan permukiman disampaikan warga di tiga lokasi yang didatangi calon Bupati nomor urut 1 tersebut.

Halikinnor datang memenuhi undangan silaturahim dari masyarakat di Jalan Jenderal Sudirman yakni di kilometer 12, kilometer 8 dan Perumahan Pandawa Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Warga menilai kinerja pasangan Halikinnor-Irawati sudah memberikan bukti nyata. Untuk itu warga tidak ragu mendukung agar HARATI kembali memimpin Kotawaringin Timur 5 tahun kedepan.

Saat berbincang, beberapa aspirasi disampaikan masyarakat kepada Halikinnor. Selain usulan pengaspalan jalan, usulan lainnya di antaranya pembuatan drainase pencegahan banjir, bantuan pendirian TK dan SD, insentif guru ngaji, bantuan usaha pertanian dan lainnya.

Menanggapi itu, Halikinnor menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Usulan yang disampaikan warga sejalan dengan program-program kerja yang dijalankan pemerintahannya selama ini dan akan ditingkatkan.

"Tapi untuk jalan di perumahan, kami akan cek dulu statusnya karena kalau belum ada penyerahan oleh pengembang kepada pemerintah daerah, maka aturan tidak memperbolehkan kami mengeluarkan anggaran karena berarti jalannya masih berstatus milik pengembang," kata Halikinnor.

Untuk itu setelah dirinya selesai cuti masa kampanye, masalah ini akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Jika ternyata statusnya sudah dihibahkan kepada pemerintah daerah, maka perbaikan dan pengaspalan jalan tersebut bisa dialokasikan anggarannya.

Halikinnor memohon maaf karena belum optimal dalam pembangunan. Hal itu tidak terlepas dari kondisi keuangan daerah yang menurun selama penanganan pandemi COVID-19, ditambah kewajiban melunasi pembayaran pembangunan di era pemerintahan sebelumnya.

"Alhamdulillah saat ini kondisi keuangan daerah kita terus membaik. Makanya saya yakin periode berikutnya kita bisa meningkatkan pembangunan lebih baik lagi dari sekarang. Mohon dukungannya," tutup Halikinnor. (f1/sb)