seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

10 Tahun Alami Gangguan Jiwa, 3 Keluarga Dievakuasi ke Kalawa Atei

by Redaksi - Tanggal 10-11-2024,   jam 11:02:01
Proses evakuasi ODGJ menuju RSJ Kalaws Atei. (FOTO:WARGA) Proses evakuasi ODGJ menuju RSJ Kalaws Atei. (FOTO:WARGA)

SB, PALANGKA RAYA – Sangat memprihatinkan bahwa di tengah kota Palangka Raya masih terdapat kasus kesenjangan sosial yang nyata. Hal ini dibuktikan dengan evakuasi satu keluarga yang diketahui mengidap gangguan jiwa.

Mereka terdiri dari seorang ibu, Ny K (69) dan dua anaknya, D (52) serta P (44). Ketiganya diketahui telah menderita gangguan jiwa selama sekitar sepuluh tahun. Mereka tinggal di jalan Beruk Angis II atau jalan Temanggung Tandang, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut.

Setelah mempertimbangkan kondisi yang ada, tim terpadu dari Dinas Sosial Palangka Raya bersama Damkar dan pihak terkait akhirnya melakukan evakuasi, Kamis (7/11/2024) lalu.

Proses evakuasi berlangsung penuh haru, dengan ketiga anggota keluarga tidak melawan dan tampak pasrah saat dibawa menuju Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei untuk mendapat perawatan medis yang intensif.

Kepaa Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan Diskarmat Kota Palangka Raya, Sucipto menerangkan, usai mendapatkam informasi itu pihaknya segera meluncur ke lokasi.

“Kami mengantarkan tiga warga mengidap ODGJ itu ke RSJ Kalawa Atei menggunakan ambulance 112 guna mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujarnya, Sabtu (9/11/2024).

Sementara itu, Eka Raya Dohong, Pekerja Sosial Ahli Muda dari Dinas Sosial Palangka Raya, menyampaikan harapannya agar ketiga orang tersebut mendapatkan penanganan yang maksimal sehingga dapat kembali berfungsi di masyarakat.

“Kami berharap setelah rehabilitasi medis, mereka akan mendapat layanan rehabilitasi sosial," ungkapnya.

Eka juga menambahkan, dalam waktu dekat Tim Terpadu Mahaga Pahari akan melakukan gotong royong untuk membersihkan rumah keluarga tersebut, agar kelak bisa kembali ditempati dengan layak.

Koordinator 112, Sucipto, mengungkapkan bahwa proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ketiganya, meski menderita gangguan jiwa, selama ini tidak pernah mengganggu tetangga sekitar.

Namun, kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan, sehingga tim memutuskan untuk melaksanakan evakuasi.

Sucipto berharap dengan perawatan medis yang intensif, ketiga anggota keluarga ini dapat kembali normal dan berintegrasi dengan masyarakat.

“Kondisi mereka sangat memprihatinkan, kurus dan tidak terawat. Kami berharap dengan perhatian pemerintah, mereka dapat pulih. Mari kita bersama-sama mendoakan kesembuhan mereka," tandasnya. (rk/sb)