seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

PPS Nanga Bulik Gelar Bimtek KPPS, Siapkan Petugas Pemilu Profesional

by Redaksi - Tanggal 15-11-2024,   jam 04:50:40
Pelaksanaan Bimbingan Teknis Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Nanga Bulik, Jumat (15/11/2024). FOTO: BAYU

SB, NANGA BULIK - Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Nanga Bulik Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024, Bimtek digelar di Aula Kantor Kelurahan Nanga Bulik, pada Jumat (15/11/2024).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Tri joko Susanto Ketua PPK Bulik, Bintang Rahmadi Ketua PPS Nanga Bulik, Dekay purwanto Ketua PPS Desa Guci, serta seluruh anggota KPPS Kelurahan Nanga Bulik dan Desa Guci.

Tri Joko Susanto, dalam sambutannya mengatakan bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada KPPS tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara, dan tata cara penggunaan aplikasi Sirekap.

"Kegiatan bimtek KPPS ini, kami akan memberikan sejumlah materi diantaranya, tata kerja dan kode etik penyelenggara KPPS, Teknis pemungutan dan perhitungan suara, dan Penggunaan aplikasi sirekap," jelas Tri Joko Susanto.

Lanjutnya, selain itu, petugas KPPS akan mendapatkan pemahaman tentang kewenangan dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pilkada ditingkat TPS. Sehingga proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah 2024 dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita berharap seluruh anggota KPPS dapat mengikuti bimtek ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Sehingga, kita dapat bersama-sama mensukseskan Pemilu 2024," tegasnya.

Sementara Bintang Rahmadi Ketua PPS Nanga Bulik menyampaikan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, blBupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota serentak Tahun 2024, terdapat beberapa perbedaan dalam teknis pemungutan suara dibandingkan dengan pemilihan Presiden dan wakil Presiden pada Februari Lalu. 

"Salah satu perbeda yang mendasar pada pengisian C Plano Hasil pemungutan suara pada pilkada ini tidak menggunakan Tip-x, atau penghapus saat melakukan koreksi pengisian hasil pemungutan," tandasnya. (by/sb)