Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Polda Kalimantan Tengah, Kamis (19/12/2024). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA - Aliansi Barikade (Barisan Aksi Reformasi Kepolisian Dekontruksi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Kalteng, Kamis (19/12/2024).
Demonstrasi itu digelar merupakan buntut dari aksi penembakan dari eks oknum polisi bernama Anton Kurniawan Stiyanto yang secara brutal menembak seorang sopir ekspedisi berinisial Ba hingga meninggal dunia.
Arif Bayu Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Pelayanan Publik DPD IMM Kalimantan Tengah mengungkapkan, pihaknya meminta agar Kapolda Kalteng dan Kapolresta Palangka Raya dicopot dari jabatannya.
“Kami mendesak Bapak Kapolri untuk mencopot jabatan keduanya, pasalnya dalam rentan waktu satu tahun ini sudah dua kasus oleh anggota kepolisian hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” tegasnya.
Hal senada Koordinator Lapangan Aliansi Barikade, Dida Pramida menyampaikan, bahwa dalam aksi ini pihaknya membawa enam tuntutan utama yang disampaikan kepada Polda Kalimantan Tengah.
Pertama, transparansi penuh dalam proses pemecatan pelaku pembunuhan yang melibatkan anggota kepolisian.
“Kedua, optimalkan anggaran Polda Kalteng untuk pembinaan dan pendidikan moral internal serta pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM),” katanya.
Tuntutan ketiga adalah evaluasi dan audit berkala terhadap institusi kepolisian. Keempat, pemulihan sosial bagi masyarakat terdampak.
“Kelima, Kapolda dan Kapolresta harus bertanggung jawab penuh terhadap kasus-kasus pelanggaran hukum. Terakhir, penindakan tegas terhadap anggota polisi yang melanggar peraturan,” pungkasnya. (sb)