Kapolda Kalteng, Irjen Pol Djoko Poerwanto saat menyampaikan rilis akhir tahun 2024. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA - Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Djoko Poerwanto menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada masyarakat terkait insiden tragis yang melibatkan oknum polisi di Kabupaten Katingan.
Tindak kejahatan dan kekerasan tersebut menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, menambah catatan kelam di tubuh kepolisan.
Dalam acara rilis akhir tahun yang berlangsung di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Senin (30/12/2024), Kapolda dengan nada kecewa mengungkapkan rasa malunya atas peristiwa tersebut.
"Saya sebagai Kapolda malu, saya harus meminta maaf buat semuanya. Bahwa itu menjadi hal tolak ukur yang kita gunakan, hal itu sangat memalukan dan merupakan pil pahit," ucap Irjen Djoko di hadapan awak media, pejabat Polda dan tokoh masyarakat yang hadir.
Kapolda menegaskan, kasus tersebut tengah ditangani dengan serius dan pihaknya berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat. Ia memastikan, tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum, bahkan jika pelakunya berasal dari internal kepolisian.
"Yakinlah, bapak ibu sekalian, untuk kasus yang tadi saya sebutkan ditangani dengan baik dan benar," tegas Kapolda.
Irjen Djoko menambahkan bahwa penyelidikan kasus ini masih aktif. Ia juga menegaskan keterbukaan Polda Kalteng dalam memberikan informasi terkait perkembangan kasus kepada masyarakat.
"Masih aktif sifatnya penyelidikan, kita bantu informasi kita kasih, tapi yang pasti itu masih aktif. Kalo ada alat bukti dan itu ada kecukupan minimal 2 alat bukti, kita tidak akan pernah tutup-tutupi," imbuhnya. (sb)