seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kasus Ansori, Dewan Ingatkan Kepolisian Tangani Dengan Profesional Bukan Tekanan

by Redaksi - Tanggal 10-01-2025,   jam 10:39:39
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, SP Lumban Gaol Anggota DPRD Kabupaten Kotim, SP Lumban Gaol

SB, SAMPIT - Anggota DPR Kotim SP Lumban Gaol berharap agar kepolisian Kotim bisa bekerja dengan profesional dalam menangani kasus Ansori, dengan menggali informasi secara profesional dan bukan dengan tekanan.

"Kami mendapatkan banyak informasi terkait permasalahan ini. Misalnya penetapan tersangka yang tidak memperhatikan dengan seksama rangkaian peristiwa. Polisi terlalu dini menetapkan tersangka yang hanya karena pengakuan orang orang yg membawa korban kerumah tersangka", kata Gaol, Jumat (10/1/2025) 

Ia menjelaskan, korban dibawa tiga orang saksi menuju rumah tersangka sudah dalam kondisi mabuk dan luka-luka di badan yang diduga sudah dihajar oleh para saksi yg membawa korban kerumah tersangka.

"Kemudian dalam perjalanan mengalami jatuh dari sepeda motor akibat sudah mabuk sebelumnya. Dan semua peristiwa ini diakui para saksi", jelasnya

Gaol mengakui, pihaknya melakukan penelusuran ternyata kejadian ini dilatar belakangi oleh tidak disetornya oleh korban sejumlah uang hasil penjualan narkoba ke bandar dan para saksi adalah suruhan bandar untuk menagih ke korban.

"Karena korban tidak tahan lagi dianiaya lalu mencoba mencari perlindungan dengan menyuruh kerumah tersangka. Saksi itu merekah penagih yang diperintahkan bandar. Jadi jangan terlalu dini ambil keputusan untuk jadi tersangka", jelasnya.

Korban berharap para saksi penganiaya akan takut kerna tersangka adalah anak seorang polisi, sehingga bisa membantu mendamaikan permasalahan tersebut.

"Dari rangkaian peristiwa ini kami mengingatkan Kepolisian agar bekerja dengan baik dan profesional. Kami sudah mendengar bahwa kekuatan bandar Narkoba ada dibelakang kasus ini, jangan sampai menjadikan tumbal anak polisi sebagai tersangka hanya untuk mengaburkan permasalahan ini. Kita semua sudah paham bagaimana masiffnya peredaran Narkoba di Kotim ini dan bukan tidak mungkin kasus ini untuk menutupi keterlibatan banyak pihak dalam kasus ini termasuk oknum aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan agar kejaksaan bisa berasa pada posisi netral untuk mengungkap kasus ini secara terang. Jangan takut terhadap backing bandar narkoba walaupun memiliki kemampuan uang yang sangat besar.

"Mari kita jadikan kasus ini untuk membongkar kasus yang lebih besar dengan tidak mengaburkan rangkaian peristiwa yang terjadi,” pungkasnya. (f1/sb)