seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Perkuat Ketahanan Pangan, Tanam Perdana Program Cetak Sawah Rakyat

by Redaksi - Tanggal 23-01-2025,   jam 12:13:15
Pelaksanaan Tanam Perdana Cetak Sawah Rakyat di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, pada Rabu (22/1/2025). FOTO: SEPUTAR BORNEO

SB, KUALA KAPUAS – Penanaman perdana padi sawah di lahan cetak sawah rakyat di Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, pada Rabu (22/1/2025).

Hal ini awal program akselerasi Cetak Sawah Rakyat, dimana Program ini menjadi langkah nyata menuju swasembada pangan, sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

Penanaman dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DPTPHP) Kalimantan Tengah Sunarti, bersama jajaran pejabat daerah, termasuk Pj Bupati Kapuas diwakili Asisten II Setda Kapuas Vitrianson, Kepala Dinas Pertanian Kapuas Yaya, serta Dandim 1011 KLK.

Turut hadir Letkol Inf Pamungkas Army Saputro, Wakapolres Kapuas Kompol Ronny Marthius Nababan, Camat Mantangai Yubderi, dan Kades Pulau Kaladan Sugianto, serta bersama dua brigade petani, yakni Brigade Petani Harapan Baru dan Brigade Petani Merah Putih.

"Kalimantan Tengah mendapat alokasi cetak sawah seluas 102.000 hektare. Kita mulai dari Pulau Kaladan dan akan berlanjut ke daerah lain. Harapannya, provinsi ini mampu menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional sesuai visi Presiden RI," tegas Sunarti.

Lanjutnya berbagai kendala pasti ada, misalnya sumber daya manusia (SDM) petani yang minim. Tapi pemerintah telah siapkan solusi dengan membentuk brigade pangan, termasuk prajurit tani dan brigade pangan Bhayangkara, yang melibatkan generasi muda milenial.

"Kabupaten Kapuas luar biasa, karena sudah memiliki brigade pangan yang siap bekerja," tegasnya lagi.

Sedangkan kendala alam, seperti irigasi dan kualitas tanah, pemerintah tak bekerja sendiri karena ada bersinergi dengan Kementerian PUPR untuk infrastruktur irigasi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Desa, hingga Kementerian BUMN yang akan menampung hasil panen.

"Jadi, petani hanya fokus menanam. Pemerintah yang memikirkan hilirisasi. Artinya pemerintah menjamin keberlanjutan program melalui pendekatan menyeluruh, dari hulu hingga hilir," jelasnya.

"Kami ingin petani yakin. Tidak perlu khawatir soal hasil panen. Pemerintah sudah memikirkan pasar dan pengelolaannya. Ini adalah upaya untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan," lanjutnya. (dm)