seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Sepanjang Tahun 2024, 94 Kasus Kebakaran di Kotim

by Redaksi - Tanggal 07-02-2025,   jam 08:32:54
Tim Damkar Kotim saat melakukan pemadaman kebakaran hutan. (FOTO:DAMKAR) Tim Damkar Kotim saat melakukan pemadaman kebakaran hutan. (FOTO:DAMKAR)

SB, SAMPIT - Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Maraahini menjelaskan, pada tahun 2024 tercatat ada 94 kasus peristiwa kebakaran di wilayah setempat.

"Kasus kebakaran ini meliputi 42 kasus kebakaran bangunan, 26 kasus kebakaran lahan dan 26 kasus kebakaran lainnya," kata Maraahini, Jumat (7/2/2025).

Ia menjelaskan, angka ini menunjukkan urgensi peningkatan kesiapsiagaan Disdamkar dan unsur lainnya dalam menghadapi potensi kebakaran serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.

Ia mengungkapkan dari 94 kasus itu sebanyak 67 kasus berhasil ditangani dengan baik dan tepat waktu oleh tim pemadam kebakaran.

"Terdapat 25 kasus yang berhasil diatasi namun mengalami kendala, baik itu kendala akses lokasi maupun keterbatasan sumber daya. Sementara itu, dua kasus lainnya dinyatakan tidak tercapai dikarenakan kendala yang signifikan," jelasnya.

Pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran di Kotim. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di masa mendatang. Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran.

Dirinya berharap agar masyarakat lebih waspada dan proaktif dalam mencegah kebakaran. Langkah-langkah sederhana seperti memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor dalam keadaan aman saat ditinggal, dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dapat meminimalisir risiko kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim jika terjadi kebakaran. Respon cepat sangat penting untuk meminimalisir kerugian dan memcegah adanya korban jiwa," tutupnya. (f1/sb)