Lewati ke konten utama
Provinsi

Februari Kalteng Alami Inflasi, Ini Penyebabnya

Redaksi 04-03-2025, 09:09 WIB 1 menit baca
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widianto saat pimpin konferensi pers. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widianto saat pimpin konferensi pers. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan rilis berita resmi terkait perkembangan harga di Kalteng pada Februari 2025, salah satunya Inflasi.

Agnes Widiastuti, Kepala BPS Provinsi Kalteng mengatakan bahwa secara year-on-year (y-on-y) pada bulan Februari 2025 terjadi inflasi sebesar 0,28%, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 1,00%.

"Terjadi karena adanya kenaikan harga emas perhiasan, kemudian kenaikan harga rokok, kenaikan harga BBM, dan juga beras," ujarnya.

Di sisi lain, pada bulan Februari 2025 ini juga secara month-to-month (m-to-m), BPS Kalteng mencatat adanya deflasi sebesar 0,46%.

"Komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan pada Februari 2025 adalah adanya penurunan tarif listrik, kemudian daging ayam ras turun ke harga normal, bawang merah dan cabe rawit juga mengalami penurunan," ucapnya.

Pada pertemuan ini juga turut hadir Plt Sekda Kalteng, di wakili Fanny Kartika Octavianti mengatakan bahwa komoditas yang perlu diwaspadai mengalami kenaikan adalah cabai rawit, namun pemerintah juga terus melakukan monitoring agar kondisi tersebut bisa terkendali.

"Untuk cabe rawit itu luar biasa kenaikannya, kemudian daging ayam ras juga naik, tapi jumlahnya banyak, tetapi yang perlu di waspadai kemungkinan cabe merah," tuturnya saat di jumpai media, Senin (03/03/2025). (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard