Sumber Daya Manusia Unggul sebagai Kunci Keberlanjutan Sektor Pangan
SUMBER daya manusia menjadi modal penting dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia. Faktor penggerak terbesar yang akan berperan secara langsung dalam kegiatan pertanian bukan hanya sarana produksi melainkan ada peran besar yang akan menjadi promotor yaitu petani. Petani menjadi peran utama dalam pembangunan pertanian dan memiliki berbagai peran strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. Disamping faktor alam, kualitas komoditas yang dihasilkan akan tergantung oleh sumber daya manusianya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pertanian terus dilakukan oleh pemangku kebijakan untuk memajukan sektor pertanian.
Pembangunan pertanian di Indonesia sangat bergantung pada kualitas SDM. Untuk mencapai keberhasilan dalam sektor ini, perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan pendidikan, pelatihan, dan akses teknologi bagi para petani. Dengan demikian, Indonesia dapat memaksimalkan potensi sektor pertaniannya demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasionall
Sebagai pangsa pasar, jumlah penduduk yang besar juga memperbesar jumlah tenaga kerja dan pertambahan tersebut memungkinkan suatu negara untuk menambah produksi. Seiring dengan pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja yang diperoleh, kompetensi tenaga kerja akan bertambah sehingga produktivitas lebih tinggi. Dengan produktivitas tenaga kerja yang lebih baik, produksi lebih efisien dan kemudian akan mendorong industri pertanian dan pada akhirnya mendorong pembangunan pertanian (Fatah, 2007).
Secara umum kualitas SDM pertanian Indonesia masih rendah. Salah satu ukuran kualitas sumber daya manusia adalah pencapaian Pada tahun 2014, SDM pertanian masih didominasi oleh tingkat pendidikan SD ke bawah yaitu sebanyak 74,07%, kemudian berturut-turut oleh lulusan SMP sebanyak 15,58%, SLTA sebanyak 9,54% dan perguruan tinggi sebesar 0,81%. Tingkat pendidikan formal ini akan berpengaruh langsung dalam kemampuan berpikir dan ketanggapan merespon dinamikan lingkungan usahatani dan penguasaan teknologi (Alam, GH et al 2009).
Pada Renstra Kementan (2015:5) salah satu upaya dalam membangun pertanian di Indonesia adalah swasembada jagung, kedelai dan padi. Sumber daya manusia yang berkualitas akan mendukung tercapainya program pembangunan pertanian sehingga peluang ekonomi dapat digunakan dengan penggunaan akses pada beberapa informasi permodalan, pasar dan teknologi yang dibutuhkan para pengembang usaha tani.
Upaya Peningkatan Kualitas SDM Pertanian untuk Keberlanjutan Sektor Pangan.
Upaya meningkatkan kualitas SDM ini perlu disesuaikan dengan spesifikasi dan karakteristik sumberdaya suatu lokasi serta kebutuhan kompetensi sumber daya manusianya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan (fatah,2007) Selain pendidikan, penyuluhan juga dapat dilakukan sebagai salah satu upaya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya terakhir yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan kelembagaan. Unsur kelembagaan (orang, nilai, norma, aturan, struktur, organisasi, dan lainnya) merupakan unsur dasar dalam pengembangan baik itu SDM maupun pengembangan faktor fisik usaha di bidang pertanian. SDM tidak bisa dilepaskan dari unsur kelembagaanya.
Pembangunan SDM pertanian di Indonesia memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya tingkat pendidikan petani dan kurangnya regenerasi tenaga kerja pertanian. Upaya peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, penyuluhan, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja pertanian.
Untuk mempercepat penguatan SDM pertanian, beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan antara lain:
- Meningkatkan program pendidikan vokasi pertanian dan agribisnis.
- Memperbanyak jumlah penyuluh pertanian serta meningkatkan kapasitas mereka.
- Mendorong adopsi teknologi pertanian berbasis digital.
- Memfasilitasi akses petani terhadap modal dan pasar.
- Mengembangkan program regenerasi petani muda berbasis agripreneurship.
Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta sektor swasta, pembangunan SDM pertanian yang berkualitas dapat mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani
Dan dalam rangka mewujudkan pertanian yang unggul sebenarnya ada banyak faktor yang patut di perhatikan dan juga PR bagi pemerintahan untuk terus memperhatikan segi kualitas dari sektor pertanian karena mengingat banyaknya sumbangan yang positif bagi negara dari sektor pertanian.
Penulis : Elfa Refina, S.P