Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Sampit Menurun
SB, SAMPIT - Puncak arus balik lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah di Pelabuhan Sampit mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi baik dari segi jumlah penumpang maupun frekuensi kapal yang beroperasi.
Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, menjelaskan bahwa arus balik tahun ini tercatat sebanyak 3.617 penumpang, sementara arus mudik mencapai 7.724 penumpang.
“Dari catatan kami ada lebih dari tiga ribu penumpang yang belum kembali,” ujarnya, Jumat (11/42025).
Masa angkutan lebaran di Pelabuhan Sampit resmi berakhir. Kapal KM Lawit yang sandar di Pelabuhan Sampit pada Kamis (10/4) kemaren menandai berakhirnya masa angkutan Lebaran tahun 2025 di wilayah tersebut.
Kapal yang datang dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu membawa sebanyak 1.414 penumpang, dan menjadi kapal terakhir dari lima kapal yang melayani arus balik Lebaran tahun ini.
Muchlis menjelaskan, meski periode arus balik telah usai, namun gelombang arus balik masih akan terjadi. Hal itu mengingat masih ada kedatangan kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Sampit dalam beberapa waktu kedepan.
“Tadi informasi dari PT Pelni, kapal yang akan datang masih banyak untuk arus balik, tapi kami sudah tidak mencatat lagi karena masa angkutan Lebaran hanya sampai H+10. Secara akumulasi jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan sekitar 6.000 penumpang,” katanya.
Ia menjelaskan, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor itu antara lain durasi masa angkutan yang lebih pendek serta jumlah panggilan kapal yang lebih sedikit dibanding tahun lalu.
“Tahun ini kita hanya punya 20 hari masa angkutan Lebaran, sedangkan tahun lalu mencapai satu bulan penuh. Selain itu, jumlah panggilan kapal juga turun dari 20 call menjadi hanya 14 call. Jadi ada 6 call yang tidak ada tahun ini. Inilah yang menyebabkan penurunan sekitar 30 persen,” jelasnya.
Ia menyebutkan, mudik menggunakan kapal masih diminati masyarakat Kotim. Sehingga kemungkinan besar para pemudik akan kembali menggunakan transportasi laut kembali saat pulang usai lebaran.
“Kita punya dua pelabuhan besar di Kalteng, yaitu Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit. Jadi bisa saja mereka berangkat dari Sampit, lalu pulangnya melalui Kumai,” pungkasnya. (f1/sb)