Lewati ke konten utama
Provinsi

Meski Diguyur Hujan, Penerbangan di Sampit Masih Lumpuh

Redaksi 28-10-2026, 14:47 WIB 2 menit baca
Tampak kondisi di Bandara H Asan Sampit
Tampak kondisi di Bandara H Asan Sampit

SB, SAMPIT - Hujan yang mulai mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum mampu memulihkan aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit. 

Meski jarak pandang sempat membaik hingga tujuh kilometer, penerbangan dari dan menuju Sampit masih belum beroperasi normal akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bandara H Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan hingga Selasa (27/10/2026), layanan penerbangan di bandara tersebut masih belum dibuka kembali.

“Penerbangan di Bandara H Asan Sampit sementara ini belum dibuka,” kata Abdul Haris, Rabu (28/10/2026).

Hingga kini, tiga maskapai yang melayani rute dari dan menuju Sampit masih melakukan pembatalan penerbangan. NAM Air memperpanjang pembatalan hingga 2 November 2026, sedangkan Super Air Jet dan Wings Air membatalkan penerbangan hingga 28 Oktober 2026.

Sebelumnya, hujan yang mengguyur Sampit pada Selasa pagi mulai membawa perubahan terhadap kondisi jarak pandang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim, jarak pandang pada pukul 07.00 WIB masih berkisar 100 meter.

Setelah hujan turun, jarak pandang meningkat menjadi satu kilometer pada pukul 08.00 WIB. Kondisi tersebut terus membaik hingga mencapai tujuh kilometer pada pukul 16.00 WIB.

Meski demikian, perbaikan jarak pandang tersebut belum menjadi jaminan penerbangan dapat kembali dilaksanakan. Operasional penerbangan tetap bergantung pada kondisi cuaca aktual dan pertimbangan keselamatan.

District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta dampak kabut asap karhutla terhadap keselamatan penerbangan.

Sebelumnya, NAM Air menetapkan pembatalan hingga 25 Oktober 2026. Namun, kebijakan tersebut kembali diperpanjang hingga 2 November 2026 karena kondisi di Sampit dinilai belum memungkinkan untuk kembali beroperasi.

“Pembatalan penerbangan ini dikarenakan asap karhutla yang berdampak pada keselamatan penerbangan. Seperti sebelumnya, pembatalan kita lakukan secara berkala dengan melihat kondisi cuaca di Sampit,” ujar Harli.

Ia menyebutkan, pihak maskapai terus memantau perkembangan kondisi kabut asap untuk menentukan kemungkinan pembukaan kembali layanan penerbangan.

“Semoga awal bulan depan ini sudah berangsur membaik kondisinya dan memungkinkan kita untuk bisa beroperasi lagi,” imbuhnya.

Belum pulihnya aktivitas penerbangan ini membuat masyarakat yang hendak bepergian dari maupun menuju Kotim masih harus menunggu kepastian jadwal keberangkatan. Gangguan transportasi udara tersebut telah berlangsung sejak 23 September 2026 dan berdampak terhadap mobilitas masyarakat.

Calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi melalui kanal resmi masing-masing maskapai, terutama terkait jadwal penerbangan, pembatalan, perubahan keberangkatan, serta ketentuan penanganan tiket. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard