Lewati ke konten utama
Provinsi

Hujan Deras Guyur Tanjung Puting, Brimob Masih Temukan Bara Api Karhutla

Redaksi 26-10-2026, 19:17 WIB 1 menit baca
Dansat Brimob Polda Kalteng, Kombes Pol Dieno Hendro Widodo turun langsung meninjau lokasi karhutla di Tanjung Puting. (FOTO: ISTIMEWA)
Dansat Brimob Polda Kalteng, Kombes Pol Dieno Hendro Widodo turun langsung meninjau lokasi karhutla di Tanjung Puting. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PANGKALAN BUN – Hujan deras yang mengguyur kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi harapan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir karena bara api masih ditemukan di sejumlah titik lahan bekas terbakar.

Temuan itu diketahui saat Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Dieno Hendro Widodo bersama personel Brimob, Dinas Kehutanan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Sekonyer melakukan pengecekan di Desa Sekonyer, Senin (26/10/2026).

Petugas menyisir kawasan yang sebelumnya terbakar untuk memastikan kondisi lahan. Dari hasil pengecekan, bara api masih tersisa di beberapa bagian dan berpotensi memicu kebakaran kembali jika tidak ditangani secara tuntas.

Di tengah pemantauan tersebut, hujan dengan intensitas cukup deras akhirnya turun. Guyuran air diharapkan membantu membasahi lahan dan mengurangi risiko api kembali menyala.

“Alhamdulillah, hujan turun cukup deras saat kami melakukan pengecekan di lokasi. Ini menjadi harapan baik untuk membantu membasahi lahan yang terbakar,” kata Dieno.

Meski hujan telah turun, ia mengingatkan seluruh personel dan masyarakat agar tidak lengah. Bara api yang masih tersisa harus terus dipantau untuk memastikan tidak muncul titik kebakaran baru.

“Kita tidak boleh lengah karena bara api masih dapat memicu kebakaran kembali. Kami akan terus melakukan pemantauan dan bersinergi dengan seluruh pihak agar kondisi lahan tetap terkendali,” tegasnya.

Dieno juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan hujan, tetapi juga membutuhkan pengawasan serta kerja sama semua pihak.

Turunnya hujan di kawasan Tanjung Puting menjadi angin segar setelah ancaman karhutla membayangi kawasan tersebut. Meski demikian, pemantauan tetap menjadi langkah penting untuk memastikan bara api benar-benar padam dan kebakaran tidak kembali meluas. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard