Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Halikinnor Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Cempaga

Redaksi 26-10-2026, 16:17 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Cempaga. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Cempaga. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga dan sebuah masjid di Al-Muhajirin, Desa Cempaka Mulia Barat, Jalan Kecamatan Cempaga, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah menyalurkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban.

Halikinnor, menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga dan berharap para korban diberi ketabahan.

“Kami turut prihatin dan berduka atas musibah yang menimpa masyarakat kita, terutama lima rumah yang terbakar. Saya mengimbau para korban agar bersabar menerima ujian ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan sembako diberikan sebagai langkah awal untuk membantu korban bertahan setelah kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, para korban untuk sementara tinggal bersama keluarga masing-masing.

Halikinnor mengaku telah menghubungi dua perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Cempaga untuk membahas kemungkinan dukungan bagi para korban.

Ia berharap bantuan lanjutan dapat segera direalisasikan, terutama untuk membantu korban membangun tempat tinggal sementara maupun memenuhi kebutuhan mendesak lainnya.

“Saya sudah menghubungi dua perusahaan. Jika nantinya ada bantuan berupa uang tunai, saya minta dikoordinasikan melalui pemerintah daerah agar bisa segera disalurkan. Harapannya, para korban bisa membangun tempat tinggal sementara,” katanya.

Pemerintah daerah juga akan mengupayakan bantuan lanjutan melalui program yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Namun, karena saat ini sudah mendekati akhir tahun anggaran, bantuan pembangunan rumah tidak dapat dilakukan secara serta-merta.

"Kita akan mempertimbangkan penganggaran pada 2027, sesuai hasil pendataan dan mekanismenya," jelasnya.

Selain rumah warga, kebakaran tersebut juga menghanguskan sebuah masjid yang menjadi tempat ibadah masyarakat setempat.

Halikinnor meminta pihak kecamatan segera menyusun laporan dan dokumentasi kondisi bangunan sebagai bahan pembahasan untuk rencana pembangunan kembali.

“Karena saat ini masih dalam pembahasan anggaran 2027, mudah-mudahan pembangunan masjid bisa kita anggarkan. Tentu pelaksanaannya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, karena masih banyak kebutuhan masyarakat lain yang juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan masjid nantinya dapat didukung pula oleh pihak investor yang beroperasi di Kotim.

Menurutnya, keberadaan rumah ibadah sangat penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard