Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dinkes Kotim Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Relawan Karhutla

Redaksi 25-10-2026, 16:49 WIB 2 menit baca
Kadis Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi
Kadis Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi

SB, SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiagakan layanan kesehatan selama 24 jam untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang dialami relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 Langkah ini dilakukan menyusul adanya relawan yang meninggal dunia di tengah upaya penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi kesehatan relawan yang bertugas memadamkan api di tengah kondisi kabut asap.

Upaya tersebut meliputi penempatan tenaga kesehatan di posko selama 24 jam, pengaktifan puskesmas, penyediaan rumah oksigen, hingga layanan ambulans keliling yang dilengkapi oksigen dan tenaga kesehatan.

“Sebagai sektor kesehatan, kami telah menempatkan tenaga kesehatan di posko selama 24 jam. Kami juga mewajibkan puskesmas siaga 24 jam dan membuka rumah oksigen bagi masyarakat maupun relawan yang membutuhkan,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Selain itu, Dinkes Kotim juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai koordinator penanganan karhutla agar relawan yang mengalami kelelahan dapat segera diistirahatkan dan digantikan oleh personel lain.

Menurut Umar, kelelahan saat bertugas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terlebih jika relawan terus-menerus terpapar asap dari kebakaran hutan dan lahan.

“Kami sudah meminta kepada BPBD agar relawan yang kelelahan bisa diistirahatkan dan diganti dengan relawan lainnya. Ini untuk mengurangi risiko mereka jatuh sakit akibat kelelahan selama bertugas,” jelasnya.

Ia mengatakan, paparan asap dalam waktu lama dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, bahkan berpotensi memperparah penyakit yang sudah diderita seseorang. Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi relawan yang memiliki penyakit penyerta.

Umar mengingatkan relawan dengan riwayat penyakit asma, jantung, gangguan paru-paru, maupun penyakit penyerta lainnya agar tidak memaksakan diri terlibat dalam pemadaman karhutla.

“Kalau memang memiliki penyakit seperti asma, jantung, gangguan paru-paru atau komorbid lainnya, kami berharap mereka tidak ikut menjadi relawan pemadam. Sebab, paparan asap bisa memperparah kondisi kesehatan,” tegasnya.

Peringatan tersebut juga berlaku bagi masyarakat umum. Menurut Umar, warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi kabut asap memburuk, karena paparan udara yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan memperparah penyakit yang telah ada.

“Jangankan relawan, masyarakat biasa pun kalau terlalu sering beraktivitas di luar rumah saat kondisi asap seperti ini berisiko mengalami gangguan kesehatan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard