Daya Beli Turun, Penjualan Hewan Kurban di Sampit Ikut Merosot
SB, SAMPIT - Pedagang hewan kurban di Sampit, Kabupaten Kotim turut merasakan menurunnya daya beli masyarakat yang berimbas pada berkurangnya permintaan hingga sepekan jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025.
Seperti dikeluhkan penjual hewan kurban Matsuri, di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sawahan, penjualan menurun dibanding tahun sebelumnya.
Ia menilai momentum kurban tahun ini berdekatan dengan tahun ajaran baru yang notabene menyedot biaya cukup besar, termasuk untuk membeli perlengkapan sekolah dan lain sebagainya.
"Jika melihat tahun kemarin, tahun ini agak menurun, kalau tahun kemarin itu sekitar 36 ekor lebih sapi yang terjual. Kalau tahun ini kira-kira cuma sekitar 25 ekor aja yang laku," kata Matsuri, Jumat (30/5/2025).
Dia menerangkan untuk sapi yang dijualnya dengan jenis sapi Madura, harga sapi kurban dijual mulai Rp21 juta hingga Rp30 juta per ekor.
Sedangkan harga kambing kurban yang dijual di tempatnya bervariasi, mulai dari harga Rp 2 juta hingga Rp 6 juta tergantung jenis dan ukuran.
Selain penjualan sapi, dia mengaku penjualan kambing tahun ini juga mengalami penurunan, Menurutnya, tahun lalu ditempatnya ia mampu menjual lebih dari 60 ekor kambing, Namun kali ini hanya sekitar setengahnya saja yang baru laku terjual.
"Penjualan hewan kurban kali ini mengalami penurunan hingga ratusan juta," ujar Matsuri.
Dia menduga sepinya penjualan hewan kurban ini, akibat faktor ekomomi masyarakat yang saat ini terbilang sulit. Selain itu pada tahun ini juga berbarengan dengan momen pendaftaran siswa sekolah.
"Mungkin faktor ekonomi utamanya saat ini banyak juga yang mengeluh sulit dan juga masih fokus pendaftaran anak masuk sekolah," ungkap Matsuri.
Kendati demikian, pada tahun ini, ditempatnya ia mengaku sudah menjual 30 ekor kambing kepada pelanggannya.
"Yang sudah laku terjual dan sudah dibawa konsumen itu ada 30 ekor, sementara yang masih ada di kandang masih ada setengahnya,” ungkapnya.
Ia pun memastikan hewan kurban yang dijualnya sudah lulus uji kesehatan, dia berharap tahun ini hewan kurbannya bila habis terjual.
"Kami pastikan hewan kami sehat. Selain bagi pembeli di sini gratis perawatan dan gratis pengiriman juga disekitar Sampit," tandas Matsuri. (f1/sb)