Lewati ke konten utama
Provinsi

Terlilit Utang Ratusan Miliar, RSUD Doris Sylvanus Jamin Pelayanan Pasien Tetap Aman

Redaksi 03-06-2025, 02:08 WIB 2 menit baca
Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul
Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul

SB, PALANGKA RAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya sedang tidak baik-baik saja. Dalam dua tahun terakhir, rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Tengah ini tercatat memiliki utang hingga Rp 120 miliar.

Utang tersebut muncul sebagai imbas dari pembelian obat-obatan serta pembangunan infrastruktur di lingkungan rumah sakit.

Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, menjelaskan bahwa sebagian besar beban keuangan itu muncul karena langkah manajemen sebelumnya yang dinilai kurang tepat dalam mengelola pendapatan rumah sakit.

"Untuk beli obat, termasuk ada untuk membangun beberapa bangunan," kata Suyuti Syamsul, Senin 3 Juni 2025.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang dilakukan adalah penggunaan pendapatan internal rumah sakit untuk pembiayaan pembangunan, padahal seharusnya langkah itu hanya diambil jika kondisi keuangan benar-benar memungkinkan.

"Salah satu kekeliruannya adalah penggunaan pendapatan rumah sakit untuk pembangunan. Itu sebetulnya tidak dianjurkan kecuali kita yakin sekali bahwa duitnya berlebihan, baru dibolehkan. Itu salah satu penyebabnya," jelasnya.

Meski demikian, Suyuti memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap pasien, terutama yang membutuhkan obat-obatan penting, masih menjadi prioritas utama.

"Gak ada masalah sampai saat ini, sampai saat ini berjalan dengan bagus. Memang tidak semua obat kita penuhi karena kami cenderung pertama kami bicara prioritas. Karena obat sefleting untuk menyelamatkan nyawa harus ada, kedua obat esensial harus ada," ujarnya.

Beberapa jenis obat yang tidak mendesak keberadaannya memang ditunda pengadaannya sementara waktu. Namun hal itu dinilai tidak berdampak langsung terhadap keselamatan pasien.

"Kalau obat yang lain-lain terpaksa kita tunda dulu, kan tidak membahayakan juga kalau ga ada. Obat yang ditunda seperti vitamin-vitamin yaudahlah tertunda kan tidak berdampak langsung. Tapi sebagian juga ada tidak semuanya ada," pungkasnya.

Manajemen baru RSUD Doris Sylvanus kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menstabilkan keuangan rumah sakit dan memastikan pelayanan tetap berjalan secara optimal. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard